Di Merkurius, Sehari Sama Dengan Setahun

Bertahun-tahun kita yakini, satu tahun terdiri atas 12 bulan, satu bulan 28 sampai 31 hari, satu hari 24 jam, satu jam 60 menit dan satu menit 60 detik. Tapi patokan itu ternyata tidak universal…!

Einstein pernah mengatakan, waktu hanyalah pengertian manusia terhadap perpindahan-perpindahan simbolik dari “tempat”. Waktu yang kita gambarkan sebagai jam, hari, bulan dan tahun itu tak lebih hanyalah istilah-istilah yang melukiskan peredaran Bumi di sekitar sumbunya dan peredarannya mengelilingi Matahari.

Satu tahun adalah satu kali perputaran penuh Bumi mengedari Matahari. Satu bulan adalah satu kali perputaran Bulan mengelilingi Bumi. Satu hari adalah satu kali perputaran penuh Bumi mengitari dirinya sendiri.

Atau, kalau ingin dinyatakan dalam bentuk lain, satu jam adalah peredaran Bumi mengitari sumbunya 15 derajat. Satu hari adalah peredaran penuh 360 derajat. Dan satu tahun adalah putaran 360 derajat Bumi mengelilingi Matahari.

Arloji yang kita pakai di pergelangan tangan kita pun adalah gambaran dari perpindahan tempat (perpindahan jarum dari angka ke angka di atas plat arloji). Jam-jam yang dipergunakan di permukaan Bumi ini diakurkan dengan peredaran sistem matahari.

Tapi, sistem ini bukan satu-satunya sistem yang berlaku mutlak di jagad raya. Jelas tak mungkin kita memaksa “makhluk” angkasa lain tunduk terhadap undang-undang “definisi” sistem waktu kita. Kita tak mungkin menganggap jumlah satuan yang kita ukur sebagai jumlah satuan yang mutlak.

Di Merkurius, misalnya, definisi “waktu” buat mereka beda. Planet ini mengelilingi sumbunya 88 hari. Pada saat yang bersamaan ia pun mengelilingi Matahari 88 hari juga. Jadi, kalau kita paksakan juga definisi kita, maka boleh dibilang sehari di Merkurius itu sama dengan setahun! Ya, kan?

Makanya jangan heran, sistem waktu dalam “maksud” Tuhan pun berbeda. Banyak ayat Al-Qur’an mengisyaratkan saat datangnya kiamat itu pendek waktunya. Juga, janji-janji kemenangan Islam. Cuma, ya itu tadi, tunggu saja “tanggal mainnya”. Sistem waktu kita memang beda, kok.

*** Penulis: Nilna Iqbal

One thought on “Di Merkurius, Sehari Sama Dengan Setahun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *