Film Seri Nabi Yusuf as

dahsyat, kolosal, dramatis …
penuh dengan berbagai esensi ajaran tauhid – hikmah dan akhlaq

kisah nabi yusuf as digelari oleh al-Qur’an sebagai
kisah terbaik (ahsanul qishas) –
(QS. Yusuf ayat 3)

Film ini benar-benar luar biasa…! Melalui film ini kita ibarat berziarah secara ruhani melihat Nabi Yusuf as melintasi ruang lorong dan waktu, menjambangi kota Thebes. Ada banyak sekali hikmah dan pengetahuan yang kita peroleh setelah menonton film ini.

.

… saksikan perjuangan Nabi Yusuf as menghadapi beragam cobaan hidup yang sangat berat serta menanggung perpisahan dengan ayahanda tercinta

…  juga kisah cinta legendaris Yusuf-Zulaikha yang berbarengan pula dengan bagaimana beratnya perjuangan Zulaikha meraih ma’rifat Ilahi

… saksikan juga betapa pesona, keindahan tutur kata, keelokan tingkah laku, kesucian jiwa,  ketepatan ta’bir dan takwil mimpi serta kebijakan Yusuf as dalam menghadapi setiap persoalan sepelik apa pun

… ia menjadi buah-bibir setiap warga Mesir kuno

 

… juga saksikan bagaimana perjuangan Yusuf as semenjak jadi budak hingga menjadi pemimpin negara yang dicintai tidak hanya oleh Akhenatun,  Raja Mesir kala itu, tapi juga oleh seluruh rakyat Mesir kuno

… juga saksikan bagaimana strategi Nabi Yusuf as dalam mensejahterakan bangsa Mesir kuno waktu itu

… juga bagaimana ia memproklamirkan risalahnya yang menyeru manusia untuk meninggalkan sesembahan tuhan-tuhan batu dan besi menuju kepada Tuhan yang Esa (more…)

Continue Reading

Pengertian Ibadah Dalam Islam, Mana Untuk Dunia, Mana Untuk akhirat

Mari kita renungi sejenak nasehat cucu Rasulullah saw berikut ini agar kita lebih memahami konsep dan pengertian ibadah dalam islam:

Barangsiapa menjalani waktu pagi dan sorenya dengan menjadikan dunia sebagai perhatian utamanya, Allah akan meletakkan kefakiran di depan kedua matanya dan mencerai beraikan urusannya, sementara ia tidak akan memperoleh apa-apa dari dunia ini kecuali apa yang telah ditetapkan Allah baginya.

Dan barangsiapa yang menjalani waktu pagi dan sorenya dengan menjadikan akhirat sebagai perhatian utamanya, Allah akan memberikan rasa kecukupan di dalam hatinya, dan menghimpunkan semua urusannya.
(Imam Ja’far Ash Shadiq ra)

APA YANG DIMAKSUD DENGAN URUSAN DUNIA?

Apakah ketika kita bekerja atau berbisnis mencari nafkah, kita sedang melakukan urusan dunia? Dan ketika kita ibadah seperti shalat atau puasa atau sedeqah … kita sedang melakukan urusan akhirat?

Peneliti agung dan ahli hadits Maulana Majlisi – semoga rahmat Allah tercurah atasnya – menyimpulkan bahwa APA SAJA YANG MENYEBABKAN KERIDHAAN ALLAH DAN KEDEKATAN MANUSIA KEPADA ALLAH SWT .. adalah tergolong URUSAN AKHIRAT, meskipun tampaknya seperti masalah duniawi, seperti perdagangan, industri, bisnis, dll.

Jika semua urusan “dunia” itu dilakukan dengan tujuan MENTAATI PERINTAH ALLAH untuk mencari nafkah misalnya maka pekerjaan/bisnis yang kita lakukan itu adalah IBADAH dan merupakan salah satu KEGIATAN AKHIRAT.

Sedangkan jika kita ibadah misalnya berpuasa dengan tujuan misalnya menghemat pengeluaran, atau beramal dengan tujuan meningkatkan CITRA DIRI atau istilahnya Riya, maka sesungguhnya amal ibadah itu akan dicatat sebagai URUSAN DUNIA.

Tipis sekali bedanya! Perbuatan ibadah kita bisa sama, namun HASIL nya BEDA. Yang membedakan adalah NIAT nya, motivasinya, tujuannya. (more…)

Continue Reading

Mencari Jati Diri, Seperti Apa Wajah Batin Kita Sebenarnya?

jati-diri
mencari-jati-diri

Seperti apa wajah asli jati diri kita sebenarnya? Ya, wajah batiniah kita. Wajah ukhrawi kita. Seperti apakah ia? Apakah masih berwajah manusia, ataukah sudah berbentuk serigala, babi, atau monyet? Memang, saat ini kita masih belum bisa melihatnya secara kasat mata. Mungkin nanti, saat kita menghembuskan nafas yang terakhir. Disitulah mata batin kita akan terbelalak memandang diri kita yang sebenarnya.

Allah berfirman, “Maka Kami singkapkan tirai yang menutup matamu dan tiba-tiba matamu hari ini menjadi amat tajam.” (QS. Qaf [55] :22)

Berikut ini ada sebuah hadits Rasulullah SAW yang dikutip dari kitab tafsir Majma Al-Bayan 10 : 43 yang mengisahkan bagaimana wujud manusia pada hari kiamat kelak.

Pada suatu hari Muadz bin Jabal duduk di dekat Nabi saw di rumah Ayub Al-Anshari. Muadz bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ayat: Pada hari ditiupkan sangkakala dan kalian datang dalam bergolong-golongan?” (QS An-Naba [78] : 18)

Beliau menjawab, “Hai Muadz, kamu telah bertanya tentang sesuatu yang berat.”

Beliau memandang jauh seraya berkata, “Umatku akan dibangkitkan menjadi sepuluh golongan. Tuhan memilah mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka. Sebagian berbentuk monyet, sebagian lagi berbentuk babi, sebagian lagi berjalan terbalik dengan kaki di atas dan muka di bawah lalu diseret-seret, (more…)

Continue Reading
Close Menu