Allah Adalah Pusat Eksistensi

Allah adalah pusat eksistensi. Dia adalah titik fokus dari dunia yang fana ini. Sebaliknya, manusia adalah partikel yang bergerak dengan mengubah posisinya sebagai manusia seperti yang sekarang kepada posisi seperti yang seharusnya.

Tujuan hidup kita bukanlah untuk binasa tetapi untuk berkembang. Tujuan hidup ini bukan untuk Allah tetapi untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya. Allah tidak jauh dari kita; oleh karena itu marilah kita berusaha untuk menghampiri-Nya.

Jalan Allah adalah jalan ummat manusia. Dengan perkataan lain untuk dapat menghampiri Allah, terlebih dahulu kita harus menghampiri manusia. Untuk mencapai kesalehan kita harus benar-benar terlibat di dalam masalah-masalah yang dihadapi ummat manusia, kita tidak boleh bersikap sebagai seorang rahib yang memencilkan diri di dalam biara, kita harus terjun ke lapangan dan terlibat secara aktif.

Untuk bisa terjun ke tengah-tengah manusia, maka kita haruslah sudah mampu membebaskan diri dari diri kita sendiri.

Mereka yang telah terbebas dari dirinya sendiri, adalah orang-orang yang hidup dan ikut bergerak, dan mereka yang tidak terbebas dari diri mereka sendiri, adalah orang-orang yang mati dan tidak bergerak. Kita harus membuang sifat mementingkan diri sendiri.

Wahai hatiku! Walaupun dengan bekerja keras tidak dapat menghampiri-Nya, tetapi berusahalah engkau dengan sedaya upayamu.

Kita yang benar-benar yakin dan benar-benar bersandar kepada Allah, berusahalah dengan sedaya upaya di dalam cinta.

One thought on “Allah Adalah Pusat Eksistensi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *