kumpulan artikel bisnis, internet marketing indonesia, kewirausahaan, artikel pendidikan, artikel kesehatan, artikel psikologi, artikel teknologi, iptek, tinjauan pustaka
Mau jadi dealer atau agen pulsa elektronik? Join disini!
Powered by MaxBlogPress 

PUSTAKA NILNA 

Loading....
Artikel Pilihan:

Yuk! Langganan

Baca artikel-artikel terbaru kami langsung di email Anda.



Preview | by FeedBlitz


Nilna Iqbal ikutan: Internet Marketing Indonesia

Advertisement

Reviewmu.com
PJN July Promo

make money with your web site


GrowUrl.com - growing your website


Statistik

IM Online

Yahoo! : Unknown

Powered by IM Online

  • PARTNER LINKS

  • RICHMIND NEWSLETTER
    Install "pikiran Anda" dengan input-input positif
    Name:
    Email Address:

    Silakan Cari Artikel (tulis kata kunci):

    Artikel Pilihan

    Sekolah Calon ‘Orang Tua’

    Menjadi orang tua seringnya hanya akibat alamiah, karena sebuah pasangan menikah dan kemudian punya anak. Oleh karena itu, persiapan untuk menjadi orang tua mungkin hanya sedikit orang yang melakukannya dengan matang sebelum menikah.

    Kejutan demi kejutan saat pertama kali menjadi ayah atau ibu seringkali tak terbayangkan sebelumnya. Pada beberapa pasangan kejutan-kejutan tersebut bisa dilalui dengan lebih santai karena mereka sudah memiliki dasar-dasar pengetahuan sebelum anak lahir. Akan tetapi, pada banyak pasangan, ternyata menghadapi anak-anak, terlebih untuk mendidik mereka cukup membuat repot karena mereka sangat awam tentang hal tersebut.

    Bagaimana mengatasi persoalan itu? Sekolah untuk Calon Orang tua nampaknya perlu juga didirikan. Meski bukanlah sebuah sekolah formal, namun setidaknya berupa komunitas belajar orang tua (Learning Community for Parents) agar setiap pasangan yang baru menjadi orang tua memiliki bekal untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

    Contoh kecil, seperti bagaimana menstimulasi gerak fisik bayi seringkali luput dari pengetahuan pasangan baru. Banyak orang tua mempergunakan baby walker pada saat bayi masih berusia 5 atau 6 bulan. Harapannya, supaya bayi bisa bergerak leluasa di tengah keterbatasan fisik mereka yang masih belum bisa berjalan. Akibatnya, banyak bayi pengguna alat itu justru mengalami hambatan dalam merangkak dan lambat bisa berjalan.

    Penemuan terbaru menunjukkan bahwa stimulasi motorik kasar yang lebih ampuh justru dengan membiarkan bayi kita mengekplorasi ruangan tanpa bantuan alat apapun. Biarkan mereka merayap, merangkak, dan kemudian belajar berjalan di atas lantai dengan leluasa. Mereka mungkin sesekali terantuk ke lantai, jatuh, atau kepalanya membentur dinding. Kita tidak perlu khawatir secara berlebihan, karena sesungguhnya hal itu sangat berguna bagi mereka untuk menempuh setiap tahapan perkembangan motoriknya.

    Calon orang tua semestinya memiliki pengetahuan-pengetahuan dasar seperti itu sebelum anak lahir. Kalau sekolah untuk itu belum banyak didirikan, siapa tahu Anda terinspirasi untuk mendirikannya di lingkungan terdekat.

    Salam pendidikan!

    Ditulis oleh : Maya A. Pujiati 

    Artikel Yang Berhubungan:

    1. Parenting
    2. Perbanyak Sekolah Informal
    3. Memasang Related Post Pluggins Untuk Wordpress
    4. Homeschooling dan Kesiapan Orang Tua
    5. Bayi itu sudah bisa meniru, bahkan sejak hari pertama
    6. Bagaimana Bayi dan Anak-Anak Belajar?


    Artikel ini diterbitkan oleh Pustaka Nilna dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 9 September 2008. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.
    BookMark Artikel ini ke:


    print this page Print Artikel Ini | Kirim Artikel Ini Ke Teman


    Comments (No comments)

    Bagaimana Menurut Pendapat Anda?

    Anda suka tantangan? Ikuti program "Tantangan 120 Hari Berpenghasilan $100 Per Hari."
    Selengkapnya klik disini ...

    GRATIS! 
    MODUL INTERNET 
    MARKETING BASIC
    DARI ANNE AHIRA

    Nama:
    Email:

    Add to Technorati Favorites


    Categories

    Belajar Web Bisnis


    GREAT SITE