kumpulan artikel bisnis, kewirausahaan, artikel pendidikan, artikel kesehatan, artikel psikologi, artikel teknologi, iptek, tinjauan pustaka, pustaka, tentang artikel, dan referensi untuk anda

PUSTAKA NILNA 

Loading....
Artikel Pilihan:

Yuk! Langganan

Baca artikel-artikel terbaru kami langsung di email Anda.
Enter Your Email


Preview | by FeedBlitz

 Subscribe in a reader
Add to Technorati Favorites

info lowongan kerja terbaru - kerja di rumah

Advertorial






Reviewmu.com

CO.CC:Free Domain




View
RICHMIND NEWSLETTER
Install "pikiran Anda" dengan input-input positif
Name:
Email Address:

Artikel Terbaru

Memilih Mainan Anak

Anak balita tanpa mainan? Hal itu jelas mustahil. Anak hidup dengan bermain dan belajar juga lewat bermain. Membiarkan tangan anak kosong tanpa satu pun benda dipegangnya untuk dimainkan hanya akan menjadi bumerang bagi orang tua. Rewel dan uring-uringan sangat mungkin terjadi.

Lebih parah lagi jika kemudian mereka beralih menjadi “TV mania”, yang kuat berjam-jam di depan televisi, sementara tayangannya belum tentu sesuai dengan usia mereka.

Namun di tengah membanjirnya produksi mainan anak, orang tua juga ternyata perlu selektif memilihnya. Beberapa kriteria perlu diperhatikan agar mainan yang kita berikan pada anak-anak memiliki nilai manfaat dan juga aman bagi mereka.

Berikut ini kriteria mainan dan permainan anak yang bisa menjadi acuan bagi orang tua:

  • Berasal dari bahan yang aman (tidak mengandung racun)
  • Bisa mengaktifkan saraf motorik (motorik kasar maupun motorik halus)
    Contoh: balok-balok kayu, bola berbagai ukuran, gelas-gelas plastik untuk di tumpuk, manik-manik besar untuk dironce, alat jahit mainan, pasir dan air, lempung mainan, kelereng luncur, mobil-mobilan yang bisa ditarik, sepeda roda tiga, ayunan, perosotan, dll
  • Bisa mengaktifkan sisi kognitif otak
    Contoh: kartu-kartu kata, kartu-kartu gambar, PAS, logico,puzzle (dari kertas, kayu, atau bahan sintetis), buku-buku cerita, balok-balok bongkar pasang, dll.
  • Memungkinkan adanya interaksi dengan anak sebaya atau orang tua
    Misalnya: bermain bola, bermain lompat tali, atau bermain tebak kata dengan kartu-kartu.

Hindari sedapat mungkin mainan yang mempergunakan baterai pada usia balita, karena akan mengurangi aktivitas motorik mereka. Membiarkan anak-anak berlarian di halaman jauh lebih baik daripada membiarkan mereka hanya terduduk melihat mobil-mobilan elektrik berjalan dengan bantuan remote control.

Semoga bermanfaat!

Penulis: Maya A. Pujiati

Artikel Yang Berhubungan:

  1. Agar Anak Kreatif, Butuh Pengorbanan Orang Tua
  2. Kurikulum untuk anak usia dini, perlukah?
  3. Einstein Never Used Flash Cards


Artikel ini diterbitkan oleh Pustaka Nilna dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 9 September 2008. Artikel ini bebas ditulis ulang untuk keperluan non-komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber (URL) halaman yang dikutip dan tidak mengubah isinya.

Kunjungi juga yang satu ini:
Sekolah Menulis | Sekolah Bisnis | Internet Money | My Friendster

Bookmark this article! [?]

YahooTechnoratiBlogLinesDel.icio.usDiggGoogleRedditFacebookRojoBlogmarksFavesBuddymarks

FarkFeed Me LinksFurlLinkagogoBlinkbitsma.gnoliaDiigoBlinkListsMister WongNewsvinePropellerRawsugar

SimpySphinnTagglySpurlCiteULikeHuggJeqqWindows LiveCo.mmentsSquidooStumbleUponTailrank


print this page Print Artikel Ini | Tell Your Friend


Last Modified : 9 September 2008 Filed under : artikel pendidikan, Kiat, Keluarga, Parenting dan Homeshooling Navigate : Previous post / Next post

Comments (No comments)

Bagaimana Menurut Pendapat Anda?