Naiklah Ke Posisi Uploader

oleh Nilnaiqbal

Saya mengenal internet sejak 1998. Selama 10 tahun saya online, harus saya akui terus terang, saya masih lebih banyak berperan sebagai downloader (tukang download), belum naik ke posisi uploader (tukang upload). Dengan kata lain baru jadi konsumen, belum juga jadi produsen. Untunglah sejak setahun lalu, saya tercerahkan, mulailah saya mengambil peran sebagai prosumen (produsen sekaligus konsumen).

Dulu, ketika sumber pengetahuan dan informasi baru sebatas buku, koran, radio dan televisi, kita hanya jadi pembaca, pendengar dan penonton belaka. Indera kita disuguhi berbagai macam berita yang dikelola oleh “orang lain” (redaksi media). Kalaupun kita bisa ikut berkiprah, umumnya hanya sebagai penulis atau reporter. Namun kita tak berkuasa menentukan “content” yang kita suka. Karena itu akhirnya kita pun tak bisa berbuat apa-apa ketika naskah kita dibuang ke tong sampah, hanya karena redaktur media tak menyukainya.

Kini, zamannya sudah beda. Siapapun saat ini bisa mempunyai blog. Bahkan anak saya yang masih balita saja punya blog, tempat ia menceritakan apa pun yang ia suka. Artinya, siapapun bisa mempunyai media. Tanpa perlu investasi yang besar, tanpa perlu kantor, tanpa perlu biaya bulanan, kita bisa punya media.

Terbukti, saat ini peran media blog telah mulai menggeser beberapa peran dan fungsi media-media konvensional. Keunggulannya pun luar biasa: interaktif, personalized, customized,multimedia. Bahkan bila dikelola dengan konsep yang matang, bukan tidak mungkin sebuah blog (personal-media) memiliki kekuatan melebihi media yang kini ada.

Para intelektual, akademisi, peneliti, pebisnis dan para professional lainnya pun – saya yakin – akan semakin banyak yang menerbitkan media/blog mereka masing-masing. Pengetahuan, pemikiran dan pengalaman mereka sangat dibutuhkan banyak orang. Sungguh, ini akan luar biasa. Kita bisa belajar tentang apa saja.

Banyak orang akan mengambil peran-peran utama sebagai penulis, jurnalis, reporter multimedia. Berbagai berita, foto dan rekaman video akan dikirimkan oleh semakin banyak orang, sehingga mulai mengaburkan profesi jurnalis yang kini masih didominasi oleh para wartawan/reporter media. Bukan mustahil pula nantinya, media akan semakin merampingkan jumlah jurnalis tetapnya, dan memperbesar akses masyarakat untuk jadi pemasok content-media. Berbagai peran dalam tubuh organisasi media akan mengalami perubahan-perubahan. Tentu saja berbagai institusi pendidikan komunikasi dan jurnalistik terpaksa pula mengubah orientasi dan kurikulumnya, agar output lulusannya masih bisa berguna dalam era konvergensi media ini.

Kini, setiap orang adalah reporter. Setiap orang adalah media. Setiap orang adalah prosumen. Syaratnya, berubahlah dari posisi downloader ke posisi uploader. Anda sudah mulai, ‘kan?

One thought on “Naiklah Ke Posisi Uploader”

  1. Wah,

    Selamat ya mas Nilna (ato uda Nilna? he…he)

    Saya yang baru ENAM BULAN saja udah berani jadi uploader, tentunya anda lebih pantas lagi.

    Semoga sukses, ya!

    NB. Kapan kita bisa kopdar? Udah lama gak bincang2 di darat nih! He…he.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *