4 Comments

  1. Wah, pola pikir industrial bener nih, pembantu/baby sister pake sertifikasi :D.
    Tulisanya menarik Mas, saya pinjam di blog pribadi saya. & Salam Kenal.

  2. Raisa

    Agaknya kemungkinan pengasuhan anak melalui jasa profesional seperti diilustrasikan diakhir wacana peluangnya besar sekali. Lihatlah, sekarangpun sudah banyak gejala ke arah sana, dan saya rasa itu bukanlah masalah besar dalam tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Yang terpenting adalah rasa tanggungjawab untuk menjaga anak sebagai amanah diemban dengan dengan baik……….setuju?
    ————————-
    Contohnya mungkin jasa titipan bayi, jasa pengasuhan batita, dll. Di satu sisi, mungkin ada bagusnya dalam “membantu pertumbuhan kognitif dan kecerdasan anak”, namun dilain pihak, apakah kasih sayang orang tua bisa “digantikan” oleh “mesin-mesin elektronik” dan “pembantu profesional bersertifikat dan berlisensi”? Apakah tanggungjawab orangtua di hadapan Tuhan bisa tertunaikan dengan solusi ini? Namun, seperti kata Raisa, ini ‘kan bukan sebuah masalah besar? Bukankah banyak pula hari ini orang tua yang menyerahkan anaknya kepada kakek/nenek? kepada keluarga lain? Toh mereka juga bisa berkembang baik moral dan kecerdasannya? Jadi, apakah orangtua itu adalah urusan “kepemilikan” ataukah “fungsi”?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *