Latihan bersikap positif

Suatu hari saya bilang pada istri saya, yuk kita latihan “always positive”, selalu bersikap positif. Syaratnya harus kita lakukan selama 3 bulan. Kalau ada satu hari aja kita gagal, kita ulang lagi, hitung dari awal.

Wah! Luar biasa sulitnya. Soalnya kami harus senantiasa menjaga hati, lisan dan sikap kami seratus persen untuk tidak pernah “negatif” atas apapun yang terlihat, terlintas, terasa … apalagi perbuatan yang sifatnya negatif.

Apapun yang terjadi, saya tidak boleh marah, tidak boleh mengeluh, tidak boleh ngasi komentar yang negatif, ataupun sekedar gurauan negatif. Saya kudu musti jaga benar nih lidah jangan sampai “keceplosan”. Wah ini memang lumayan berat untuk orang tipe koleris sanguinis kayak saya.

Namun kami harus bisa! Alhamdulillah ada satu manfaat nyata yang langsung kurasa. Kami jadi berusaha saling memuji, saling mengedifikasi, saling menjaga diri. Kami jadi lebih sering tersenyum, lebih peka atas berbagai kemungkinan, dan satu hal yang paling penting … tanpa terasa, kami jadi lebih positif!

Walau selalu saja kami gagal, sehingga akibatnya kami terus aja start lagi dari awal, namun tanpa kami sadari, kami jadi jauh lebih positif. Saya kira itu yang lebih penting, ya ‘kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *