<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Intermedia Network</title>
	<atom:link href="http://www.pustakanilna.com/intermedia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pustakanilna.com/intermedia</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Nov 2009 03:04:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>LotusLive, Software Kolaborasi Cerdas Dunia Bisnis</title>
		<link>http://www.pustakanilna.com/intermedia/software-kolaborasi</link>
		<comments>http://www.pustakanilna.com/intermedia/software-kolaborasi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konvergensi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[software kolaborasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pustakanilna.com/intermedia/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[By Republika Newsroom
Selasa, 10 November 2009 pukul 17:34:00
Pada awal Agustus 2009, Departemen Pertahanan AS, melarang Korps Marinir negeri Abang Sam menggunakan situs jejaring sosial, macam Twitter dan Facebook. Perintah pelarangan berbunyi, &#8220;Situs-situs internet secara umum terbukti memiliki dalang dan isi mencurigakan&#8211;dan secara khusus berisiko tinggi terkait pemaparan informasi, konten yang dapat digunakan siapa pun dan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/dalam-era-kolaborasi-ini-anda-dimana' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?'>Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/e-public-relations-memasyarakatkan-kegiatan-kehumasan-di-dunia-internet' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-Public Relations: Memasyarakatkan Kegiatan Kehumasan di Dunia Internet'>E-Public Relations: Memasyarakatkan Kegiatan Kehumasan di Dunia Internet</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/kunci-public-relations-masa-depan-adalah-partisipasi-bukan-pitching' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kunci Public Relations masa depan adalah Partisipasi, bukan Pitching'>Kunci Public Relations masa depan adalah Partisipasi, bukan Pitching</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By Republika Newsroom<br />
Selasa, 10 November 2009 pukul 17:34:00</p>
<p>Pada awal Agustus 2009, Departemen Pertahanan AS, melarang Korps Marinir negeri Abang Sam menggunakan situs jejaring sosial, macam Twitter dan Facebook. Perintah pelarangan berbunyi, &#8220;Situs-situs internet secara umum terbukti memiliki dalang dan isi mencurigakan&#8211;dan secara khusus berisiko tinggi terkait pemaparan informasi, konten yang dapat digunakan siapa pun dan target para pengiklan,&#8221;.</p>
<p>Itu hanyalah satu kisah yang menuturkan, ada risiko keamanan besar berbagi data lewat situs jejaring sosial terbuka macam Facebook. Lalu, apakah harus menghindar dari layanan macam itu?</p>
<p>Bagi militer, keputusan menjauh dari situs jejaring sosial bisa dipahami, mengingat resiko kebocoran informasi negara dan data intelijen bukan perkara sepele. Tapi bagi dunia bisnis dan usaha tentu sulit.</p>
<p>Apalagi sektor bisnis kini telah memasuki era <em>e-commerce</em>, semua bisa dilakukan dalam dunia maya. Bila anda termasuk pebisnis berkewaspadaan tinggi pada keamanan berinternet, salah satu layanan layak dipertimbangkan adalah <a href="https://www.lotuslive.com/en/solutions/">LotusLive</a>, keluaran IBM Research.</p>
<p>LotusLive adalah layanan jejaring sosial berbasis Web 2.0 dan Enterprise 2.0, ta. Sistem yang ditawarkan pun tak jauh beda dari Facebook, yakni memungkinkan puluhan juta pengguna di seluruh dunia menggabungkan diri dan berkolaborasi</p>
<p>Hanya saja fitur-fitur yang ditawarkan jauh lebih kompak, karena IBM memang meniatkan software sosial itu untuk kelas perusahaan. Kolaborasi pun tak sebatas internet, melainkan juga intranet.</p>
<p>Ada tiga platform utama dalam LotusLive, yakni Konferensi Web, Kolaborasi dan Email. Konferensi Web memiliki dua layanan utama, pertama LotusLive Meeting yakni layanan yang memungkinkan pengguna melakukan konferensi online lengkap dengan fitur yang dibuthkan dalam sebuah konferensi, polling, bertanya/mengangkat tangan/interupsi.</p>
<p>Bahkan pengguna pun dapat merekam dan memutar kembali konferensi yang berlangsung.</p>
<p><a href="http://www.republika.co.id/berita/88392/LotusLive_Software_Kolaborasi_Cerdas_Dunia_Bisnis" target="_blank">Selengkapnya baca disini</a> &gt;&gt;</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/software-kolaborasi" target="_blank"><img src="http://www.pustakanilna.com/intermedia/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/software-kolaborasi" target="_blank" title="Share on Facebook">Kirim Artikel ini ke Facebook Anda</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/dalam-era-kolaborasi-ini-anda-dimana' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?'>Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/e-public-relations-memasyarakatkan-kegiatan-kehumasan-di-dunia-internet' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-Public Relations: Memasyarakatkan Kegiatan Kehumasan di Dunia Internet'>E-Public Relations: Memasyarakatkan Kegiatan Kehumasan di Dunia Internet</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/kunci-public-relations-masa-depan-adalah-partisipasi-bukan-pitching' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kunci Public Relations masa depan adalah Partisipasi, bukan Pitching'>Kunci Public Relations masa depan adalah Partisipasi, bukan Pitching</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pustakanilna.com/intermedia/software-kolaborasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Revolusi Digital dalam Membaca Pengetahuan</title>
		<link>http://www.pustakanilna.com/intermedia/revolusi-digital-dalam-membaca-pengetahuan</link>
		<comments>http://www.pustakanilna.com/intermedia/revolusi-digital-dalam-membaca-pengetahuan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 10:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ebook]]></category>
		<category><![CDATA[kindle]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pustakanilna.com/intermedia/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak internet lahir belasan tahun silam, ada satu fenomena yang pelan-pelan merubah secara fundamental cara kita mengunyah informasi. Kini, makin banyak orang – terutama anak muda – yang lebih asyik membaca informasi melalui media online, dan bukan melalui media cetak seperti majalah dan koran cetak.
Itulah kenapa kini di negeri Amerika banyak koran cetak terkemuka bertumbangan. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/dalam-era-kolaborasi-ini-anda-dimana' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?'>Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/editor-dalam-baskom' rel='bookmark' title='Permanent Link: Editor Dalam Baskom'>Editor Dalam Baskom</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/menulis-surat-pembaca' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menulis Surat Pembaca'>Menulis Surat Pembaca</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak internet lahir belasan tahun silam, ada satu fenomena yang pelan-pelan merubah secara fundamental cara kita mengunyah informasi. Kini, makin banyak orang – terutama anak muda – yang lebih asyik membaca informasi melalui media online, dan bukan melalui media cetak seperti majalah dan koran cetak.</p>
<p>Itulah kenapa kini di negeri Amerika banyak koran cetak terkemuka bertumbangan. Itulah jua mengapa Kompas melakukan gerakan masif untuk mendigitalkan konten mereka. Sebab tanpa itu, hampir pasti mereka akan makin ditinggalkan oleh para pembacanya. Dan kenyataan ini kemudian menyibak sebuah tabir tentang hadirnya <strong>digital reading revolution</strong>.</p>
<p>Revolusi itu pada mulanya mungkin dipicu oleh sebuah generasi yang acap disebut sebagai digital native. Inilah barisan generasi remaja yang lahir pada 80-an dan yang sejak belia langsung mengenal dunia digital dan online. Bagi mereka, koran cetak kertas yang konvensional itu sungguh bagian dari masa lalu. Media cetak tradisional itu jadul. It’ so yesterday, begitu kilah mereka.</p>
<p>Cuma soalnya, membaca berita online via layar desktop atau notebook atau layar blackberry juga masih kurang afdol. Coba apakah Anda bisa membaca sambil leyeh-leyeh manakala harus menjinjing layar laptop yang cukup berat itu. Membaca via smartphone juga kurang oke lantaran layarnya yang masih terlalu kecil.</p>
<p>Membaca selengkapnya silakan <a rel="nofollow" href="http://strategimanajemen.net/2009/05/18/revolusi-digital-dalam-membaca-pengetahuan-dan-informasi/">klik disini &gt;&gt;</a></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/revolusi-digital-dalam-membaca-pengetahuan" target="_blank"><img src="http://www.pustakanilna.com/intermedia/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/revolusi-digital-dalam-membaca-pengetahuan" target="_blank" title="Share on Facebook">Kirim Artikel ini ke Facebook Anda</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/dalam-era-kolaborasi-ini-anda-dimana' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?'>Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Dimana?</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/editor-dalam-baskom' rel='bookmark' title='Permanent Link: Editor Dalam Baskom'>Editor Dalam Baskom</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/menulis-surat-pembaca' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menulis Surat Pembaca'>Menulis Surat Pembaca</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pustakanilna.com/intermedia/revolusi-digital-dalam-membaca-pengetahuan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis itu Gampang: Memberi “Roh” pada Tulisan</title>
		<link>http://www.pustakanilna.com/intermedia/menulis-itu-gampang-memberi-%e2%80%9croh%e2%80%9d-pada-tulisan</link>
		<comments>http://www.pustakanilna.com/intermedia/menulis-itu-gampang-memberi-%e2%80%9croh%e2%80%9d-pada-tulisan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 09:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[kiat menulis]]></category>
		<category><![CDATA[panduan penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pustakanilna.com/intermedia/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Ini sudut pandang Mumu Rumputeki mengenai “Menulis itu Gampang”.

Arswendo Atmowiloto adalah orang yang paling bertanggung jawab atas meluasnya keyakinan bahwa menulis itu gampang. Masalahnya, keyakinan semacam itu sebenarnya tidak banyak membantu dalam praktiknya –kecuali sekedar menjadi jargon yang menghibur.
Faktanya, menulis tetaplah sesuatu yang sulit, setidaknya bagi sebagian orang. Bagi sebagian yang lain lagi? Memang tidak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/manfaat-berlatih-menulis-di-ruang-privat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Manfaat Berlatih Menulis di Ruang Privat'>Manfaat Berlatih Menulis di Ruang Privat</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/kiat-menulis-untuk-pemula' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Menulis Untuk Pemula'>Kiat Menulis Untuk Pemula</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/memanfaatkan-%e2%80%9cmengikat-makna%e2%80%9d-untuk-menulis-karya-ilmiah-mungkinkah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memanfaatkan “Mengikat Makna” untuk Menulis Karya Ilmiah, Mungkinkah?'>Memanfaatkan “Mengikat Makna” untuk Menulis Karya Ilmiah, Mungkinkah?</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ini sudut pandang Mumu Rumputeki mengenai “Menulis itu Gampang”.<br />
</strong></p>
<p>Arswendo Atmowiloto adalah orang yang paling bertanggung jawab atas meluasnya keyakinan bahwa menulis itu gampang. Masalahnya, keyakinan semacam itu sebenarnya tidak banyak membantu dalam praktiknya –kecuali sekedar menjadi jargon yang menghibur.</p>
<p>Faktanya, menulis tetaplah sesuatu yang sulit, setidaknya bagi sebagian orang. Bagi sebagian yang lain lagi? Memang tidak sulit, melainkan “sangat sulit”. Oke, lupakan saja. Ketika kita “tiba-tiba” menghadapi suatu zaman yang memungkinkan semua orang bisa menjadi penulis (lewat teknologi blog), maka sudah tidak diperlukan jargon apapun dalam soal menulis itu sendiri. Sehingga, masalahnya sekarang tinggal, bagaimana menulis dengan bagus, itu saja.</p>
<p>Kita sering memuji orang lain, atau sebaliknya, mendengar orang lain memuji kita, “Tulisan lu bagus deh!” Tapi, ketika diminta merumuskan tulisan yang bagus itu seperti apa, kita kelimpungan. Mungkin ini isyarat bahwa tulisan yang bagus memang tak ada rumusnya, atau tak perlu (atau tak bisa?) dirumuskan. Melainkan, hanya bisa dirasakan. Ah, tapi pernyataan seperti ini pasti bohong juga. Sebab, paling tidak secara teknis, pasti ada semacam kriteria atau katakanlah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sebuah tulisan bisa disebut bagus. Dan, kita mungkin memang harus merumuskannya, untuk memudahkan pemahaman dan praktik.</p>
<p>Baiklah, mari kita coba rumuskan sama-sama. Nanti, yang keberatan atau tidak setuju langsung saja tunjuk jari.<span id="more-190"></span></p>
<p>1. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang jujur, hasil dari penggalian yang tak henti terhadap gaya sendiri, dikembangkan dari kepekaan personal –sesuatu yang tidak bisa ditiru dari (dan oleh) orang lain, karena datang dari dalam diri.</p>
<p>2. Itu filosofinya. Praktiknya, tulisan yang bagus –dalam bahasa Srimulat– adalah tulisan yang “tunjep poin” alias langsung menukik ke pusat inti masalah, atau kadang bahkan langsung ke dampak suatu masalah.</p>
<p>3. Atau, kalau Srimulat terlalu ngocol untuk urusan menulis, saya pinjam rumusan kritikus sastra Nirwan Dewanto deh biar lebih puas: tulisan yang bagus itu dimulai dari tengah.</p>
<p>Oke, sampai di sini, untuk sementara, kita sudah menemukan satu rumusan: menulis dari tengah. Artinya apa? Jangan pernah memulai tulisan dengan pernyataan-pernyataan atau klaim-klaim atau premis-premis yang klise. Kata Kholid Hussaini (penulis novel best seller<em> “The Kite Runner”</em>): hindari klise seperti kau menghindari penyakit menular.</p>
<p>Contoh pembukaan tulisan yang klise:</p>
<p><em>Seiring dengan kemajuan teknologi</em>….atau, <em>Di zaman globalisasi seperti sekarang ini</em>…atau, <em>Seperti kita ketahui bersama kita hidup di era informasi</em>…</p>
<p>Pangkas habis klise-klise seperti itu. Mengatakan sesuatu yang sudah teramat-sangat jelas hanya akan membuat perut kembung dan akhirnya muntah-muntah. Plis, jangan siksa pembaca tulisanmu!</p>
<p>4. Yang bagus itu bukanlah isinya, melainkan cara menyampaikannya. Menulis tentang pengalaman cinta pertama tidak lebih hina –atau pun lebih hebat– ketimbang misalnya kenangan seputar peristiwa G 30 S/PKI. Semua tema, materi, pengalaman, perasaan dan sebagainya punya tempat dan derajat yang sama dalam tulisan; yang membedakannya adalah bagaimana semua itu dituturkan.</p>
<p>Ya, jadi, bagaimana semua itu “harus” dituturkan –agar menjadi tulisan yang bagus?</p>
<p>– Gunakan sudut pandang yang berbeda, unik, orisinal, detail. Ibaratnya, melihat sebuah pohon dari atas batu dengan dari helikopter yang terbang tentu hasil penglihatannya akan berbeda.</p>
<p>– Perkaya, pertajam dan perkuat dengan kosa kata yang terjaga. Banyak-banyaklah membaca puisi. Chairil Anwar, Rendra, Sitor Situmorang tentu wajib. Rekomendasi: Goenawan Mohamad, Dina Oktaviani. Lainnya: cari sendiri.</p>
<p>– Beri sentuhan lain: humor nyaris selalu diperlukan. Kontradiksi-kontradiksi dan ironi-ironi memberikan kedalaman pada tulisan. Sinisme kadang-kadang membuat tulisan bercahaya seperti kristal. Sarkasme, bitchy bisa asik asal sesuai dosis.</p>
<p>– Pertimbangkan aspek “visual” –yang memungkinkan pembaca seolah-olah “merasakan sendiri” atau “hadir”, dan bukannya sekedar memberi tahu mereka.</p>
<p>———————————</p>
<p><img src="http://www.sudutpandang.com/wp-content/uploads/2008/03/mumu.jpg" alt="Mumu Rumputeki" align="left" /><em>Tulisan di atas adalah <strong>sudut pandang</strong> <a href="http://rumputeki.multiply.com/" target="_blank">Mumu Rumputeki</a> yang ditulis di blog <a href="http://sudutpandang.com/2008/03/menulis-itu-gampang-memberi-roh-pada-tulisan/">sudutpandang.com</a> nya Pak Nukman Luthfie.<br />
</em></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/menulis-itu-gampang-memberi-%e2%80%9croh%e2%80%9d-pada-tulisan" target="_blank"><img src="http://www.pustakanilna.com/intermedia/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/menulis-itu-gampang-memberi-%e2%80%9croh%e2%80%9d-pada-tulisan" target="_blank" title="Share on Facebook">Kirim Artikel ini ke Facebook Anda</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/manfaat-berlatih-menulis-di-ruang-privat' rel='bookmark' title='Permanent Link: Manfaat Berlatih Menulis di Ruang Privat'>Manfaat Berlatih Menulis di Ruang Privat</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/kiat-menulis-untuk-pemula' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kiat Menulis Untuk Pemula'>Kiat Menulis Untuk Pemula</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/memanfaatkan-%e2%80%9cmengikat-makna%e2%80%9d-untuk-menulis-karya-ilmiah-mungkinkah' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memanfaatkan “Mengikat Makna” untuk Menulis Karya Ilmiah, Mungkinkah?'>Memanfaatkan “Mengikat Makna” untuk Menulis Karya Ilmiah, Mungkinkah?</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pustakanilna.com/intermedia/menulis-itu-gampang-memberi-%e2%80%9croh%e2%80%9d-pada-tulisan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Humas</title>
		<link>http://www.pustakanilna.com/intermedia/pekerjaan-humas</link>
		<comments>http://www.pustakanilna.com/intermedia/pekerjaan-humas#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 09:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehumasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pustakanilna.com/intermedia/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Pekerjaan seorang humas adalah tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang humas dalam mempromosikan pengertian dan pengetahuan akan seluruh fakta-fakta tentang runtutan situasi atau sebuah situasi dengan sedemikian rupa sehingga mendapatkan simpati akan kejadian tersebut.
Humas adalah sebuah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh kemauan baik dan pengertian dari pelanggan, pegawai, dan publik yang lebih [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/strategi-humas' rel='bookmark' title='Permanent Link: Strategi Humas'>Strategi Humas</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/hubungan-humas-wartawan-jangan-terlalu-mesra' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra'>Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/tugas-tugas-inti-seorang-pr-1' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tugas-Tugas Inti Seorang PR'>Tugas-Tugas Inti Seorang PR</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pekerjaan seorang humas adalah tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang humas dalam mempromosikan pengertian dan pengetahuan akan seluruh fakta-fakta tentang runtutan situasi atau sebuah situasi dengan sedemikian rupa sehingga mendapatkan simpati akan kejadian tersebut.</p>
<p>Humas adalah sebuah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh kemauan baik dan pengertian dari pelanggan, pegawai, dan publik yang lebih luas. Dalam pekerjaannya, seorang humas membuat analisis ke dalam dan perbaikan diri, serta membuat pernyataan-pernyataan keluar.</p>
<p>Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian, prasangka buruk, sikap melawan, dan apatis. Seorang humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan dan ketertarikan.</p>
<p><strong>Kesan (image)</strong></p>
<p>Kesan disini berarti &#8220;gambaran yang diperoleh seseorang tentang suatu fakta sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pengertian mereka (terhadap suatu produk, orang, atau situasi)&#8221;.</p>
<p><strong>Pengetahuan dan pengertian</strong></p>
<p>Humas memiliki peran penting dalam membantu menginformasikan pada publik internal (dalam organisasi) dan publik eksternal (luar organisasi) dengan menyediakan informasi akurat dalam format yang mudah dimengerti sehingga ketidak-pedulian akan suatu organisasi, produk, atau tempat dapat diatasi melalui pengetahuan dan pengertian.<span id="more-188"></span></p>
<p><strong>Menciptakan ketertarikan</strong></p>
<p>Humas juga harus dapat menciptakan ketertarikan publik dalam suatu situasi atau serial situasi, yang bisa jadi berpengaruh besar dalam suatu organisasi atau sekelompok orang.</p>
<p>Menggunakan strategi kehumasan dalam hal ini bisa menjadi sangat efektif.</p>
<p><strong>Penerimaan</strong></p>
<p>Masyarakat mungkin bersikap melawan pada sebuah situasi karena mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi, atau mengapa hal tersebut terjadi. Profesi humas mempunyai peran kunci untuk menjelaskan sebuah situasi atau kejadian dengan sejelas-jelasnya sehingga ketidak-pedulian, dan bahkan sikap menentang, yang menjadi atmosfer disekelilingnya dapat diputar menjadi pengertian dan penerimaan.</p>
<p><strong>Simpati</strong></p>
<p>Dengan mengemukakan informasi secara jelas dan tidak bias, umumnya merupakan cara yang berhasil untuk meraih simpati.</p>
<p><strong>Kesalahan umum</strong></p>
<p>Kesalahan umum yang terjadi adalah program humas dianggap sebagai program jangka pendek, dan program penanggulangan reaktif saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kala hubungan dengan masyarakat menjadi buruk.</p>
<p><strong>Pekerjaan Humas</strong></p>
<p>Tujuh puluh persen dari kegiatan seorang humas berhubungan dengan tulis menulis selain tugas-tugas lainnya. Diantaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Merancang pesan tematik agar pesan yang disampaikan oleh organisasi memiliki keseragaman/ keterkaitan pesan. Contoh: Bank Niaga saat menggelar tema &#8220;Cinta&#8221;.</li>
<li>Melakukan segmentasi media, dimana seorang humas harus mampu memformulasikan keseimbangan saling dukung antara media cetak dan elektronik.</li>
<li>Komunikasi interaktif. Contohnya beberapa organisasi dalam merancang logonya melakukan pelibatan konsumen dimana dilakukan kompetisi merancang logo, contoh lain adalah rubrik konsultasi atau jasa layanan konsumen melalui telpon.</li>
<li>Menjaga reputasi perusahaan dan citra produk melalui pemanfaatan kekuatan pesan dan atau kombinasinya. Contoh: kegiatan sponsor: Dari Mayora.</li>
<li>Iklan multiguna (memanfaatkan momentum psikologis). Contoh: bukan basa-basi.</li>
<li>Penjualan simpatik. Contoh: Aqua menyisihkan hasil penjualan untuk pipa mengalirkan air di kawasan timur Indonesia.</li>
<li>Melakukan iklan layanan masyarakat.</li>
<li>Pemasaran dari mulut kemulut. Contoh: Taksi Bluebird dalam memasarkan reputasi yang baik jarang menggunakan iklan media massa.</li>
<li>Ajang pemasaran khusus dimana aktivitas dirancang untuk melibatkan khalayak. Contoh: Ajang Jakarta Fair</li>
<li>Memanfaatkan komunikasi yang akrab untuk pelanggan. Contoh: Layanan purna jual, dsb.</li>
</ol>
<p><strong>Produk-produk tertulis humas</strong></p>
<p>Diantaranya adalah:</p>
<p>1. Siaran pers yaitu informasi mengandung nilai berita dan disampaikan oleh publik melalui media massa.<br />
2. Latar belakang (Backgrounder)<br />
3. Media internal<br />
4. Laporan tahunan<br />
5. Advetorial<br />
6. Profil perusahaan<br />
7. Lembaran berita (Newsletter)<br />
8. Prospektus<br />
9. Penulisan komentar pembaca<br />
10. Penulisah naskah pidato<br />
11. Iklan layanan masyarakat</p>
<p>_______<br />
<em>Source</em>: http://id.wikipedia.org/wiki/Pekerjaan_Humas</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/pekerjaan-humas" target="_blank"><img src="http://www.pustakanilna.com/intermedia/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/pekerjaan-humas" target="_blank" title="Share on Facebook">Kirim Artikel ini ke Facebook Anda</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/strategi-humas' rel='bookmark' title='Permanent Link: Strategi Humas'>Strategi Humas</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/hubungan-humas-wartawan-jangan-terlalu-mesra' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra'>Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/tugas-tugas-inti-seorang-pr-1' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tugas-Tugas Inti Seorang PR'>Tugas-Tugas Inti Seorang PR</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pustakanilna.com/intermedia/pekerjaan-humas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Humas</title>
		<link>http://www.pustakanilna.com/intermedia/strategi-humas</link>
		<comments>http://www.pustakanilna.com/intermedia/strategi-humas#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 08:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehumasan]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[citra]]></category>
		<category><![CDATA[humas]]></category>
		<category><![CDATA[image]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi humas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pustakanilna.com/intermedia/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[PT di Era Kompetisi
Oleh ELVINARO ARDIANTO (*)
PERSAINGAN antarperguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta semakin ketat, terutama berubahnya status sejumlah PTN di republik ini menjadi badan hukum pendidikan milik negera (BHPM), sehingga PTN ini pun banyak membuka kelas-kelas nonreguler, di luar SPMB (seleksi penerimaaan mahasiswa baru) sebagai program reguler. Perubahan status PTN ini, pada [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/pekerjaan-humas' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pekerjaan Humas'>Pekerjaan Humas</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/hubungan-humas-wartawan-jangan-terlalu-mesra' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra'>Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/tugas-tugas-inti-seorang-pr-1' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tugas-Tugas Inti Seorang PR'>Tugas-Tugas Inti Seorang PR</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color: #000080;">PT di Era Kompetisi</span></h1>
<p>Oleh ELVINARO ARDIANTO (*)</p>
<p>PERSAINGAN antarperguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta semakin ketat, terutama berubahnya status sejumlah PTN di republik ini menjadi badan hukum pendidikan milik negera (BHPM), sehingga PTN ini pun banyak membuka kelas-kelas nonreguler, di luar SPMB (seleksi penerimaaan mahasiswa baru) sebagai program reguler. Perubahan status PTN ini, pada kenyataannya telah “menyedot” mahasiswa PTS, dalam beberapa tahun berselang ini, masuk ke kelas nonreguler PTN. Akhirnya, sejumlah PTS “menjerit” kekurangan mahasiswa, bahkan sejumlah PTS terancam kolaps atau tutup karenanya. Persaingan yang semakin ketat antarperguruan tinggi, tentunya perlu dilakukan pendekatan strategi lain, yaitu sudah mulai harus mengedepankan aspek citra dan reputasi perguruan tinggi melalui kegiatan atau upaya-upaya public relations (PR/humas).</p>
<p>Dunia humas saat ini sudah memasuki era yang disebut era kompetisi, di mana pembentukan, pemeliharan dan peningkatan citra (termasuk reputasi) menjadi sangat krusial (penting). Pencitraan dan reputasi perguruan tinggi (PT) sekarang ini bukan lokal lagi, tetapi harus go national dan go international. Diibaratkan, PT saat ini jangan berenang di kolam, sedikitnya harus di danau dan sungai besar, kalau memungkinkan sudah harus mulai berenang di samudra yang luas, yang banyak “ikannya” untuk memperluas kiprah PT dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.Humas adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi opini, sikap, dan perilaku publik, mengidentifikasi kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur suatu individu atau sebuah organisasi dengan kepentingan publik, dan nmerencanakan serta melaksanakan program aksi untuk memeroleh pengertian dan dukungan publik (Cutlip, Center dan Broom. 200: 4).</p>
<p><strong>Membangun citra</strong></p>
<p>Citra adalah kesan, perasaan, gambaran dari publik terhadap perusahaan atau organisasi; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang, atau organisasi (Canton, seperti disitir Sukatendel, dalam Soemirat dan Ardianto. 2002: 111-112)<span id="more-185"></span></p>
<p>Reputasi adalah suatu nilai yang diberikan kepada individu, institusi atau negara. Reputasi tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat karena harus dibangun bertahun-tahun untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dinilai oleh publik. Reputasi juga baru bertahan dan sustainable apabila konsistennya perkataan dan perbuatan (Basya, dalam Basya dan Sati. 2006: 6).</p>
<p>PT, di era kompetisi, tentunya harus mampu bersaing agar tetap bisa meraup mahasiswa sesuai kapasitas yang ada, tidak lagi mengandalkan uang subsidi pemerintah dalam mengelola, tapi tetapi dituntut untuk mandiri, setidaknya ini berdampak terhadap uang kuliah calon mahasiswa yang cukup mahal.Citra dan reputasi PT dibangun melalui kegiatan public relations (humas), karena humas semakin tidak bisa dicegah kehadirannya untuk kepentingan organisasi baik itu organisasi komersial (perusahaan) atau nonkomersial (perusahaan nirlaba).Aktivitas humas sehari-hari adalah menyelenggarakan komunikasi timbal balik (two way communication) antara organisasi dan publiknya, yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan dukungan bagi tercapainya suatu tujuan tertentu, kebijakan, kegiatan produksi barang atau pelayanan jasa, dan sebagainya, demi kemajuan dan reputasi positif organisasi. Jadi kegiatan PR tersebut sangat erat hubungannya dengan pembentukan opini publik dan perubahan sikap masyarakat.</p>
<p><strong>Strategi humas</strong></p>
<p>Bidang PR sangat luas dan menyangkut hubungan dengan berbagai pihak. Humas bukan sekadar relations, meskipun personal relations mempunyai peranan yang sangat besar dalam kampanye PR, misalnya. PR juga bukan sekadar menjual senyum, propaganda dengan tujuan memperoleh kemenangan sendiri, atau mendekati pers dengan tujuan untuk memperoleh suatu pemberitaan. Lebih dari itu, PR mengandalkan strategi, yakni agar organisasi disukai oleh pihak-pihak yang berhubungan.Pihak yang berhubungan dengan organisasi ini dalam PR disebut stake holders atau mereka yang mempertaruhkan hidupnya pada dan untuk organisasi. Mereka pun disebut target publik organisasi. Mereka semua membentuk opini di dalam masyarakat dan dapat mengangkat atau menjatuhkan citra dan reputasi organisasi atau perusahaan.</p>
<p>Humas itu merupakan fungsi strategi dalam manajemen yang melakukan komuniasi untuk menimbulkan pemahaman dan penerimaan publik.Karakteristik PR secara tersurat, yakni: 1) PR adalah kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi yang berlangsung dua arah secara timbal balik; 2) PR merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh manajemen suatu organisasi; 3) publik yang menjadi sasaran PR adalah publik internal dan eksternal; 4) operasionalisasi PR adalah membina hubungan yang harmonis antara organisasi dan publiknya dan mencegah terjadinya rintangan psikologi, baik yang timbul dari pihak organisasi maupun dari pihak publik.</p>
<p>Prinsip komunikasi dua arah dan timbal balik merupakan proses penyampaian suatu pesan seseorang atau kelompok (komunikator) untuk memberi tahu atau mengubah sikap opini dan perilaku kepada perseorangan atau kelompok (komunikan), baik berhadapan langsung maupun tidak langsung, melalui media massa sebagai alat atau saluran penyampaian pesan untuk mencapai tujuan atau target dalam proses komunikasi dua arah yang hendak dicapai.Tugas dan fungsi utama public relations officer (PRO) atau pejabat humas, tidak terlepas dari bidang penyebaran pesan, informasi, dan komunikasi mengenai kegiatan organisasi atau lembaga yang diwakilinya untuk disampaikan kepada komunikan (publik) sebagai sasaran atau targetnya. Di pihak lain, dengan teknik dan strategi humas tertentu, pejabat humas dapat merekayasa opini publik sehubungan dengan keinginan-keinginan dan tujuan utama dalam menciptakan citra dan reputasi positif.PR adalah fungsi yang melekat dan tidak terlepas dari manajemen suatu organisasi. Tujuannya adalah membentuk goodwill (itikad baik), tolerance (toleransi), mutual simbyosis (saling kerja sama), mutual confidence (saling memercayai), mutual understanding (saling pengertian), mutual appreciation (saling menghargai), serta untuk memperoleh opini publik yang menguntungkan, citra dan reputasi positif berdasarkan prinsip-prinsip hubungan harmonis, baik hubungan ke dalam maupun ke luar.</p>
<p>Program pengembangan humas harus proaktif dan mampu mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi dengan cepat, baik di bidang teknologi, informasi, ekonomi, hukum maupun politik internasional dan nasional.Tujuan sentral humas yang hendak dicapai secara strategis, tidak hanya berfungsi sebagai “peta” yang menunjukkan arah, melainkan juga menunjukkan “bagaimana” operasional konsep dan strategi komunikasinya.Strategi dalam komunikasi humas merupakan perpaduan antara communication planning (perencanaan komunikasi) dan management communication (komunikasi manajemen).Tujuan sentral PR adalah mengacu kepada kepentingan pencapaian sasaran (target) atau tujuan untuk menciptakan suatu citra dan reputasi postitif suatu lembaga. Pembentukan, pemeliharaan dan peningkatan citra dan reputasi positif harus didukung kebijakan dan komitmen pimpinan puncak.Kemampuan berkomunikasi, baik melalui lisan maupun tulisan adalah salah satu penyampaian pesan, ide, dan gagasan program kerja, dan sekaligus membentuk opini atau menguasai pendapat umum sesuai dengan yang diinginkan komunikator.</p>
<p>Seorang pejabat humas dapat berkomunikasi dengan efektif dan tepat dalam penyampaian pesan kepada sasaran melalui empat syarat: 1) pesan dibuat sedemikian rupa dan selalu menarik perhatian; 2) pesan dirumuskan dan mencakup pengertian dan diimbangi dengan lambang-lambang yang dapat dipahami oleh publiknya; 3) pesan menimbulkan kebutuhan pribadi komunikannya (penerima pesan); dan 4) pesan merupakan kebutuhan yang dapat dipenuhi sesuai dengan situasi komunikan.Mengingat pula bahwa komunikasi adalah semua prosedur di mana pikiran seseorang mempengaruhi orang lain, juga fenomena komunikasi adalah serba ada dan serba luas dan serba makna (Ardianto-Q-Anees. 2007: 17), selain mampu berkomunikasi secara efektif, seorang pejabat humas pun harus mampu menggunakan media secara efektif, baik itu media massa maupun media non-massa. Di mana aneka pesan melalui sejumlah media massa (koran, majalah, radio siaran, televisi, film dan media online/internet) selalu menerpa kehidupan manusia (Ardianto-Komala-Erdinaya. 2004: 1)</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Di akhir tulisan ini, saya ingin menggarisbawahi, peran humas dalam perguruan tinggi di era kompetisi bukan suatu yang bisa ditawar-tawar lagi atau ditunda, tetapi sudah masuk kepada skala prioritas utama dari berbagai program perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan, sehingga pembentukan, pemeliharaan citra dan reputasi positif menjadi prioritas pula.***</p>
<p>________<br />
Sumber: HU Pikiran Rakyat 4 Mei 07<br />
(*) Penulis adalah dosen Jurusan Ilmu Humas Fikom Unpad, Wakil Ketua Umum Perhumasan BPC Bandung, dan Wakil Ketua Program Magister Public Relations Pascasarjana Fikom Unpad (Kelas khusus), dan Pemimpin Redaksi Warta Lemlit Unpad.</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/strategi-humas" target="_blank"><img src="http://www.pustakanilna.com/intermedia/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.pustakanilna.com/intermedia/strategi-humas" target="_blank" title="Share on Facebook">Kirim Artikel ini ke Facebook Anda</a></p>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/pekerjaan-humas' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pekerjaan Humas'>Pekerjaan Humas</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/hubungan-humas-wartawan-jangan-terlalu-mesra' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra'>Hubungan Humas-Wartawan, Jangan Terlalu Mesra</a></li><li><a href='http://www.pustakanilna.com/intermedia/tugas-tugas-inti-seorang-pr-1' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tugas-Tugas Inti Seorang PR'>Tugas-Tugas Inti Seorang PR</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pustakanilna.com/intermedia/strategi-humas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
