Earn $30 per referral with your own search engine
Powered by MaxBlogPress 

PUSTAKA NILNA 

Loading....
Artikel Pilihan:

Yuk! Langganan

Baca artikel-artikel terbaru kami langsung di email Anda.



Preview | by FeedBlitz


Nilna Iqbal ikutan: Internet Marketing Indonesia

Advertisement

Reviewmu.com
PJN July Promo

make money with your web site


GrowUrl.com - growing your website


Statistik

IM Online

Yahoo! : Unknown

Powered by IM Online

  • PARTNER LINKS

  • RICHMIND NEWSLETTER
    Install "pikiran Anda" dengan input-input positif
    Name:
    Email Address:

    Silakan Cari Artikel (tulis kata kunci):

    Category 'Artikel Bisnis'

    Kalau bisa ngantor di rumah, ‘kan lebih enak

    Aih, lega rasanya sudah di rumah lagi. Seharian ini saya “terpaksa” berangkat ke Sumedang memenuhi tugas. Untunglah saya bisa pulang pergi dan pas “isya sudah di rumah lagi. Wuihh, anak-anak senang banget. Apalagi kalau bukan karena oleh-oleh. he he

    Rumah emang selalu jadi tempat yang paling saya sukai. Walau tidak mewah, tetap aja saya lebih nyaman berada di rumah. Hati saya memang selalu terpaut ke rumah. Karena itu saya terus ngutak atik gimana caranya agar semua aktivitas saya bisa diorganisir dari rumah. Baik urusan bisnis, maupun organisasi.

    Nah karena hampir setiap hari di rumah, awalnya banyak juga para tetangga pada heran. Habis, emang persis benar kayak pengangguran. Sehari-hari yang mereka lihat saya main aja dengan anak-anak. Hanya sesekali mungkin mereka lihat saya keluar “kayak orang kerja”. Saya hanya tersenyum saja.

    Ini memang impian saya sejak lama. Sebenarnya saya termasuk orang yang “gila kerja”. Dulu saya ninggalin rumah bahkan bisa berbulan-bulan, gara-gara proyek. Hati saya sering sedih, ketika pulang ke rumah anak-anak jarang bisa bermain dengan saya. Tapi itu dulu. Sejak 4 tahun ini saya ubah arah.

    Jika anda tak berani mengubah arah,
    hidupmu sama persis dengan hari kemaren
    …”

    Kata-kata itu sering saya ulang-ulang. Akhirnya saya putuskan saya harus mengubah arah. Yang perlu saya lakukan cuma memilih dan memilah strategi yang tepat agar impian itu bisa saya peroleh. Walau awalnya sulit, saya berusaha untuk bertahan. Ya bertahan, memegang erat impian itu. Godaan dan rintangan (mental terutama) harus saya hadapi. Saya pun tinggalin proyek-proyek dan bisnis yang membuat saya sibuk diluar rumah. Saya pikir saya harus punya “model baru” dalam usaha dan berkegiatan. Model itulah yang harus saya bangun.

    Setelah melewati uji coba berkali-kali akhirnya alhamdulillah bisa juga. Saya buat perusahaan yang bisa dijalankan secara “virtual”. Para pengelola usaha saya termasuk para karyawan saya “pulangkan” ke rumah mereka dan membekali mereka dengan perangkat komputer agar bisa “ngantor” di rumah saja. Ya semacam “virtual office”. Kami berkomunikasi cukup dengan telpon dan internet. Alhamdulillah, khususnya sejak setahun ini, cara ini berjalan lancar. Sesekali kami ketemu untuk diskusi masalah dan pemecahannya. Uih, saya pikir enak juga.

    Untuk membesarkan usaha, saya terpaksa “mengorbankan” keuntungan saya dan membangun kolaborasi dengan para pengelola. Walau awalnya mereka nggak ngerti apa-apa, namun dengan sedikit demi sedikit dibina, toh akhirnya mereka bisa juga. Awalnya memang “merepotkan” saya, karena banyak salah, bisa rugi, capek membina mereka … namun nggak terlalu lama, akhirnya ketika mereka sudah bisa … saya pun bisa bebas. Lalu nyari lagi “pengelola” baru. Biar nambah lagi usahanya tentu.

    Sekarang saya ikutan belajar internet marketing dengan anne ahira. Baru 4 bulan sih. Ternyata materinya banyak banget dan menurut saya luar biasa! Amat sangat membantu saya. Jadinya sekarang saya menemukan lagi impian baru … insyaAllah nanti saya cerita ya :)

    Bank Wakaf dan Laboratorium Bisnis, Mungkinkah?

    oleh  Nilnaiqbal

    Menyedihkan! Calon-calon penganggur, calon-calon dhu’afa, dan orang-orang miskin terus meningkat dari tahun ke tahun seiring pertumbuhan manusia. Sungguh menyedihkan sekali, yang menghadapi problem sosial ini sebagian besar justru kita umat Islam. Boleh dibilang, ini problem umat Islam.  Akankah kita tega membiarkannya?

    Hai orang berselimut, bangkitlah…

    Kekayaan strategis kita yang sesungguhnya adalah umat. Manusia (umat Islam) adalah asset yang sangat mahal sebetulnya. Kita melihat betapa banyak negara yang miskin sumber daya alamnya, namun bisa menjadi negara yang tertinggi GNP-nya. Swiss dan Jepang misalnya. Bahkan Korea Selatan yang pada tahun 1965 lalu sama miskinnya dengan Indonesia kini telah jadi negara yang relatif sejahtera, karena mereka mendahulukan serta sangat mementingkan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

    Selain itu, bila lebih jauh dikaji, salah satu kelemahan lain umat Islam adalah masih lemahnya struktur ekonomi mereka serta kemampuan yang juga belum terbina dengan baik. Organisasi-organisasi Islam pun masih rapuh fondasinya dalam menghadapi gejolak masa datang.

    Masa depan yang penuh dengan berbagai perkembangan baru, sekaligus juga membonceng tantangan-tantangan baru, di samping tentu akan membawa serta problem-problem baru. Nilai-nilai senantiasa berubah. Pandangan hidup dan aneka informasi dunia melingkupi masyarakat. Tak dapat tidak tantangan ini tak boleh dihindari begitu saja. Ia akan datang, bergejolak dan pasti. Yang jelas, bagaimana kesiapan kita sebagai umat Islam untuk menghadapinya.

    Yang kita lihat sampai kini, masih amat minim perhatian kita menggugah kesadaran pentingnya arti penguasaan ekonomi di kalangan umat Islam. Masih seberapa persen pengusaha muslim yang betul-betul berhasil secara nyata? Masih kurang! Masih terlalu banyak orang kita yang lebih suka berebut kursi ‘pegawai negeri’ sebagai tujuan akhir hidupnya. Mereka lebih suka memilih ‘jalan mudah lagi aman’. Padahal kita ingin mereka mampu mandiri dan menentukan diri mereka sendiri. Dengan demikian beban pemerintah ‘menyuapi’ rakyat banyak pun akan terkurangi. Continue reading

    Anda suka tantangan? Ikuti program "Tantangan 120 Hari Berpenghasilan $100 Per Hari."
    Selengkapnya klik disini ...

    GRATIS! 
    MODUL INTERNET 
    MARKETING BASIC
    DARI ANNE AHIRA

    Nama:
    Email:

    Add to Technorati Favorites


    Categories

    Belajar Web Bisnis


    GREAT SITE