Mau jadi dealer atau agen pulsa elektronik? Join disini!
Powered by MaxBlogPress 

PUSTAKA NILNA 

Loading....
Artikel Pilihan:

Yuk! Langganan

Baca artikel-artikel terbaru kami langsung di email Anda.



Preview | by FeedBlitz


Nilna Iqbal ikutan: Internet Marketing Indonesia

Advertisement

Reviewmu.com
PJN July Promo

make money with your web site


GrowUrl.com - growing your website


Statistik

IM Online

Yahoo! : Unknown

Powered by IM Online

  • PARTNER LINKS

  • RICHMIND NEWSLETTER
    Install "pikiran Anda" dengan input-input positif
    Name:
    Email Address:

    Silakan Cari Artikel (tulis kata kunci):

    Category 'Tafakkur'

    Dengarkan suara hatimu

    Kendati memang hati adalah rahasia ilahi, tetapi saya yakin, sesungguhnya hati adalah juga “pintu” kita dalam memahami segala sesuatu, dan bahkan sebenarnya “pintu rahasia” menuju sumber-sumber pengetahuan hakiki. Yang menjadi masalah kita sesungguhnya adalah, kita sering sekali tidak mendengarkan suara-suara yang digumamkan hati kita. Kita menjadi “tuli” dan tak mengenalnya. Ia menjadi “seseorang” yang berbeda, bahkan melawan kita. Barangkali kita memang belum berhasil membangun hubungan yang baik dengan “suara-suara nurani” kita.

    Saya pernah dengar, beberapa ulama di zaman dulu sering melakukan “puasa bicara” agar ia mampu “mendengar dengan jelas” bisikan-bisikan pengetahuan dan kebijakan yang keluar dari “suara ilahi” .

    Kini saya mau mencoba untuk lebih serius mendengar suara itu. Kadang ia memberitahuku akan adanya sesuatu yang masih misteri bagiku. Kadang ia mengingatkanku agar “istighfar” ketika tak sadar aku melakukan dosa. Kadang ia mengajariku memaknai berbagai peristiwa.

    Tapi kadang ia seperti melawanku, atau mengkhianatiku. Agaknya aku mesti belajar “bersahabat” dengannya, sehingga ia menjadi “sahabat baikku”. Barangkali aku perlu mempelajari suara-suara apa yang disampaikan “alam hati” ku ini. Aku yakin, disitulah bermuara semua pengetahuanku, semua pengalamanku, bahkan semua pemahaman bawah sadarku. Bukan di “otak”, tapi di hati itulah ia berada. Ia akan tetap hidup bahkan saat aku meninggalkan alam fana ini.

    Bahkan kuyakin juga, disanalah sesungguhnya pintu “pengetahuan hakiki” bisa kita masuki. Walau kita belum tahu cara membukanya …

    Itulah ibu yang amat kucintai

    Sabtu lalu, Bapak saya kembali harus menginap di rumah sakit di Jakarta. Saya hitung-hitung ini sudah kali yang ketiga dalam 5 bulan terakhir. Keluhannya masih sama: ginjal dan prostat. Dengan yang sekarang ini berarti Bapak saya sudah 5x menjalani operasi. Sungguh luar biasa. Dalam usianya yang sudah mencapai 70 tahun, ia tetap tabah menghadapi ujian hidup ini. Saya hanya bisa menatapnya sedih …

    Dalam usia yang hampir sebaya pula, istrinya (ibu saya tentu saja) dengan sabar mengurus semua keperluan suaminya. Saya perhatikan ibu saya, tak ubahnya mengasuh bayi yang lagi sakit: memandikannya, mengganti pakaiannya, menyuapi makannya, mengusap keningnya … saya melihat sebuah keindahan dibalik semua pemandangan itu. Ibu saya tak pernah mengeluh. Saya beruntung memiliki ibu yang luar biasa itu. Ya Allah, hiasilah hidupnya dengan kasih sayangmu.

    Saat-saat menunggui Bapak, saya berusaha selalu berada di dekat Ibu. Biasanya akan banyak tausiah-tausiah berharga yang ia sampaikan. Maklumlah, sejak kecil saya sudah merantau, jauh dari Ibu. Sampai sekarang pun kami tinggal berjauhan. Namun sekalipun begitu, kepribadian saya memang lebih banyak dipengaruhi oleh Ibu. Bahkan wajah saya pun mirip dengan Ibu. Karena itu saya senang selalu berada di dekatnya.

    Nasehatnya yang paling banyak ia ulang-ulang adalah, “Al (panggilan kesayangan dia buat saya), shalatlah selalu di awal waktu! Jangan pernah berhenti berdo’a…”

    Walau secara keilmuan, ibu saya hanya lulusan SMU, nggak pernah masuk pesantren atau madrasah, saya melihat pertumbuhan ruhaninya luar biasa. Dulu Ibu jarang sekali membaca buku. Namun sejak 3 tahun terakhir ini, khususnya sepulang dari ka’bah, ditangannya selalu terlihat buku atau alqu’an. Buku-buku populer keislaman khususnya kajian ibadah dan tasawuf, sangat ia gemari. Yang jelas, yang paling ia gemari ya .. al qur’an itu sendiri. Malahan pernah saking pengen tahu secara dalam isi al-qur’an, ia menuliskan terjemahan al-qur’an itu dengan pulpen dan buku tulis isi 40 hal. Katanya, “…kalau ditulis, lebih mudah ingat”. “Sudah berapa buku?” tanyaku. “Wah udah hampir 20 buku.” katanya. Saya makin kagum padanya. Saya nggak nyangka.

    Ya Allah, sempurnakanlah ujung kehidupannya dalam rahmatMu ya Allah.
    Berkahilah seluruh hidupnya …
    Kumpulkan kami semua ya Allah
    bersama rombongan kafilah
    Rasulullah saw wal anbiya wal mursalin
    dan kaum shalihin lainnya
    Amiin …

    Anda suka tantangan? Ikuti program "Tantangan 120 Hari Berpenghasilan $100 Per Hari."
    Selengkapnya klik disini ...

    GRATIS! 
    MODUL INTERNET 
    MARKETING BASIC
    DARI ANNE AHIRA

    Nama:
    Email:

    Add to Technorati Favorites


    Categories

    Belajar Web Bisnis


    GREAT SITE