 |
Stop Dreaming, Start Action. Inilah komitmen yang sedang banyak dikampanyekan berbagai blog lokal saat ini yang diprakarsai oleh Joko Susilo. Stop dreaming start action? Apakah maksudnya berhentilah bermimpi, mulailah beraksi? Tapi, bukankah bermimpi itu wajib, kalau kita ingin hidup di atas rata-rata? |
Bukankah hanya impian yang membuat diri kita kuat, bertahan, tak mudah menyerah, tak takut badai, terus bangkit lagi, walau apapun yang menghalangi? Bak Alif tak izin mati…
Bukankah impian adalah rahasia besar yang menggerakkan perubahan di berbagai belahan dunia ini? Bukankah impian adalah syarat nomor satu yang ditulis buku-buku suci para praktisi MLM dan Network Marketing? itu semua agar kita dapat membaca,
Apa sebenarnya maksud Joko Susilo dengan stop dreaming start action? Apakah tak boleh kita bermimpi? Apakah bermimpi itu buruk? Bukankah bermimpi itu gratis? Mengapa perilaku dreaming harus kita stop! Siapa sesungguhnya yang dimaksud oleh Joko untuk stop dreaming start action itu? Apakah saya termasuk?
Bukankah sebenarnya yang saya lihat justru malah sebaliknya? Betapa banyak orang malah “takut bermimpi”, mengubur impiannya, memadamkan nyala nya yang mungkin sempat sesaat menyinari jalan hidupnya. Lalu hanya karena merasa gagal, akhirnya ia membunuh impiannya, lalu menguburnya dalam-dalam. Kepada kelompok ini ‘kan gak perlu disuruh stop dreaming start action lagi … lha wong dreaming nya aja nggak pernah?
Kalau begitu pada siapa? Saya sempat juga memperhatikan ada sekelompok orang yang dreaming terus. Mereka selalu “memberi makan” dreaming nya, merawat dreaming nya begitu rupa, sehingga dreaming nya makin menyala, menggelegak, menggetarkan seluruh nadi dan ototnya, mendesakkan energi yang tiara tara. Orang-orang akan melihat mereka ini ia seperti “orang gila”.
Mereka tampak aneh di mata kebanyakan manusia. Mereka sering meracau sendirian, bicara begitu semangat, tak kenal lelah, lupa waktu, lupa makan, lupa istri, lupa anak …. bahkan! Yang ada dalam ruangan hidupnya adalah dreaming nya. Mereka terus berjalan, walau terseok-seok, bergerak terus menuju impiannya. Namun memang jumlah”orang gila” ini amat sangat sedikit. Pada umumnya mereka tergolong orang yang tak puas berada dalam zona “good life” (kehidupan yang baik) … mereka terus berenang menuju “great life” (kehidupan yang luar biasa).
Jadi, kalau begitu … berarti ‘kan dreaming itu penting! Tanpa dreams, kita sama saja dengan manusia rata-rata, dan hidup kita pun akan biasa-biasa saja. Lantas mengapa Joko susilo mengampanyekan stop dreaming? Sebenarnya apa makna stop dreaming start action yang dia maksud? Sebagai salah satu tokoh kunci pebisnis online ulung yang malang melintang di jagad dunia internet Indonesia ini, tentulah ia punya pandangan khusus sehingga ia bisa sampai pada sari kesimpulan yang begitu mengkristal: STOP DREAMING START ACTION! Continue reading
Kirim Artikel Ini Ke Facebook Anda
Incoming search terms for the article: