Panduan Bisnis Hosting
Powered by MaxBlogPress 

PUSTAKA NILNA 

Pelatihan Jurnalistik dan Desain Layout Media Instansi/Perusahaan
Sedang dipanggil....
Artikel Pilihan:
BULLETIN PUSTAKA NILNA
Install "pikiran Anda" dengan input-input positif
Name
Email

Silakan Cari Artikel (tulis kata kunci):

Category 'renungan'

Seperti Apa Wajah Batin Kita Sebenarnya?

Seperti apa wajah asli diri kita sebenarnya? Ya, wajah batiniah kita. Wajah ukhrawi kita. Seperti apakah ia? Apakah masih berwajah manusia, ataukah sudah berbentuk serigala, babi, atau monyet? Memang, saat ini kita masih belum bisa melihatnya secara kasat mata. Mungkin nanti, saat kita menghembuskan nafas yang terakhir. Disitulah mata batin kita akan terbelalak memandang diri kita yang sebenarnya.

Allah berfirman, “Maka Kami singkapkan tirai yang menutup matamu dan tiba-tiba matamu hari ini menjadi amat tajam.” (QS. Qaf [55] :22)

Berikut ini ada sebuah hadits Rasulullah SAW yang dikutip dari kitab tafsir Majma Al-Bayan 10 : 43 yang mengisahkan bagaimana wujud manusia pada hari kiamat kelak.

Pada suatu hari Muadz bin Jabal duduk di dekat Nabi saw di rumah Ayub Al-Anshari. Muadz bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ayat: Pada hari ditiupkan sangkakala dan kalian datang dalam bergolong-golongan?” (QS An-Naba [78] : 18)

Beliau menjawab, “Hai Muadz, kamu telah bertanya tentang sesuatu yang berat.”

Beliau memandang jauh seraya berkata, “Umatku akan dibangkitkan menjadi sepuluh golongan. Tuhan memilah mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka. Sebagian berbentuk monyet, sebagian lagi berbentuk babi, sebagian lagi berjalan terbalik dengan kaki di atas dan muka di bawah lalu diseret-seret, Continue reading

Incoming search terms for the article:

Bank Wakaf dan Laboratorium Bisnis, Mungkinkah?

oleh  Nilnaiqbal

Menyedihkan! Calon-calon penganggur, calon-calon dhu’afa, dan orang-orang miskin terus meningkat dari tahun ke tahun seiring pertumbuhan manusia. Sungguh menyedihkan sekali, yang menghadapi problem sosial ini sebagian besar justru kita umat Islam. Boleh dibilang, ini problem umat Islam.  Akankah kita tega membiarkannya?

Hai orang berselimut, bangkitlah…

Kekayaan strategis kita yang sesungguhnya adalah umat. Manusia (umat Islam) adalah asset yang sangat mahal sebetulnya. Kita melihat betapa banyak negara yang miskin sumber daya alamnya, namun bisa menjadi negara yang tertinggi GNP-nya. Swiss dan Jepang misalnya. Bahkan Korea Selatan yang pada tahun 1965 lalu sama miskinnya dengan Indonesia kini telah jadi negara yang relatif sejahtera, karena mereka mendahulukan serta sangat mementingkan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, bila lebih jauh dikaji, salah satu kelemahan lain umat Islam adalah masih lemahnya struktur ekonomi mereka serta kemampuan yang juga belum terbina dengan baik. Organisasi-organisasi Islam pun masih rapuh fondasinya dalam menghadapi gejolak masa datang.

Masa depan yang penuh dengan berbagai perkembangan baru, sekaligus juga membonceng tantangan-tantangan baru, di samping tentu akan membawa serta problem-problem baru. Nilai-nilai senantiasa berubah. Pandangan hidup dan aneka informasi dunia melingkupi masyarakat. Tak dapat tidak tantangan ini tak boleh dihindari begitu saja. Ia akan datang, bergejolak dan pasti. Yang jelas, bagaimana kesiapan kita sebagai umat Islam untuk menghadapinya.

Yang kita lihat sampai kini, masih amat minim perhatian kita menggugah kesadaran pentingnya arti penguasaan ekonomi di kalangan umat Islam. Masih seberapa persen pengusaha muslim yang betul-betul berhasil secara nyata? Masih kurang! Masih terlalu banyak orang kita yang lebih suka berebut kursi ‘pegawai negeri’ sebagai tujuan akhir hidupnya. Mereka lebih suka memilih ‘jalan mudah lagi aman’. Padahal kita ingin mereka mampu mandiri dan menentukan diri mereka sendiri. Dengan demikian beban pemerintah ‘menyuapi’ rakyat banyak pun akan terkurangi. Continue reading

Incoming search terms for the article:

STOP DREAMING START ACTION

Stop Dreaming Start Action Stop Dreaming, Start Action. Inilah komitmen yang sedang banyak dikampanyekan berbagai blog lokal saat ini yang diprakarsai oleh Joko Susilo. Stop dreaming start action? Apakah maksudnya berhentilah bermimpi, mulailah beraksi? Tapi, bukankah bermimpi itu wajib, kalau kita ingin hidup di atas rata-rata?

Bukankah hanya impian yang membuat diri kita kuat, bertahan, tak mudah menyerah, tak takut badai, terus bangkit lagi, walau apapun yang menghalangi? Bak Alif tak izin mati…

Bukankah impian adalah rahasia besar yang menggerakkan perubahan di berbagai belahan dunia ini? Bukankah impian adalah syarat nomor satu yang ditulis buku-buku suci para praktisi MLM dan Network Marketing? itu semua agar kita dapat membaca,

Apa sebenarnya maksud Joko Susilo dengan stop dreaming start action? Apakah tak boleh kita bermimpi? Apakah bermimpi itu buruk? Bukankah bermimpi itu gratis? Mengapa perilaku dreaming harus kita stop! Siapa sesungguhnya yang dimaksud oleh Joko untuk stop dreaming start action itu? Apakah saya termasuk?

Bukankah sebenarnya yang saya lihat justru malah sebaliknya? Betapa banyak orang malah “takut bermimpi”, mengubur impiannya, memadamkan nyala nya yang mungkin sempat sesaat menyinari jalan hidupnya. Lalu hanya karena merasa gagal, akhirnya ia membunuh impiannya, lalu menguburnya dalam-dalam. Kepada kelompok ini ‘kan gak perlu disuruh stop dreaming start action lagi … lha wong dreaming nya aja nggak pernah?

Kalau begitu pada siapa? Saya sempat juga memperhatikan ada sekelompok orang yang dreaming terus. Mereka selalu “memberi makan” dreaming nya, merawat dreaming nya begitu rupa, sehingga dreaming nya makin menyala, menggelegak, menggetarkan seluruh nadi dan ototnya, mendesakkan energi yang tiara tara. Orang-orang akan melihat mereka ini ia seperti “orang gila”.

Mereka tampak aneh di mata kebanyakan manusia. Mereka  sering meracau sendirian, bicara begitu semangat, tak kenal lelah, lupa waktu, lupa makan, lupa istri, lupa anak …. bahkan! Yang ada dalam ruangan hidupnya adalah dreaming nya. Mereka terus berjalan, walau terseok-seok, bergerak terus menuju impiannya. Namun memang jumlah”orang gila” ini amat sangat sedikit. Pada umumnya mereka tergolong orang yang tak puas berada dalam zona “good life” (kehidupan yang baik)  … mereka terus berenang menuju “great life” (kehidupan yang luar biasa).

Jadi, kalau begitu … berarti ‘kan dreaming itu penting! Tanpa dreams, kita sama saja dengan manusia rata-rata, dan hidup kita pun akan biasa-biasa saja. Lantas  mengapa Joko susilo mengampanyekan stop dreaming? Sebenarnya apa makna stop dreaming start action yang dia maksud? Sebagai salah satu tokoh kunci pebisnis online ulung yang malang melintang di jagad dunia internet Indonesia ini, tentulah ia punya pandangan khusus sehingga ia bisa sampai pada sari kesimpulan yang begitu mengkristal: STOP DREAMING START ACTION! Continue reading

Incoming search terms for the article:



Categories


Partner Links

Dunia Parenting
Blogger Indonesia
Bisnis Pulsa
Jonru On The Web
Sebalai Blogspot
Pasang Iklan Gratis
Voucher Codes
Asbestos lawyer
Electric
Social Worker Jobs Rotherham

Anda punya web atau blog? Silakan Add Your BackLink

artikel pustaka nilna, pustaka berbagai artikel, artikel bisnis, artikel pendidikan, artikel psikologi, artikel manajemen, artikel islam, artikel indonesia, artikel tentang,artikel pendidikan anak,ide usaha,bisnis hosting,artikel kajian islam