PUSTAKA NILNA 

Belajar internet marketing
Loading....
Recent Article links:

Category 'Mu'amalah Islami'

Naiklah Ke Posisi Uploader

oleh Nilnaiqbal

Saya mengenal internet sejak 1998. Selama 10 tahun saya online, harus saya akui terus terang, saya masih lebih banyak berperan sebagai downloader (tukang download), belum naik ke posisi uploader (tukang upload). Dengan kata lain baru jadi konsumen, belum juga jadi produsen. Untunglah sejak setahun lalu, saya tercerahkan, mulailah saya mengambil peran sebagai prosumen (produsen sekaligus konsumen).

Dulu, ketika sumber pengetahuan dan informasi baru sebatas buku, koran, radio dan televisi, kita hanya jadi pembaca, pendengar dan penonton belaka. Indera kita disuguhi berbagai macam berita yang dikelola oleh “orang lain” (redaksi media). Kalaupun kita bisa ikut berkiprah, umumnya hanya sebagai penulis atau reporter. Namun kita tak berkuasa menentukan “content” yang kita suka. Karena itu akhirnya kita pun tak bisa berbuat apa-apa ketika naskah kita dibuang ke tong sampah, hanya karena redaktur media tak menyukainya. Continue reading

Khutbah Rasul Di Haji Wada’

Musim haji tahun 10 H. Kurang lebih 140.000 kaum muslimin datang dari segenap penjuru Arabia. Rasulullah saw bersama kaum muslimin sedang menunaikan rukun Islam kelima, haji. Diantara ribuan manusia yang memenuhi padang Arafat yang dahsyat dan luas itu, Rasulullah menyampaikan khutbah akbarnya.

Dari atas ontanya yang tenang berdiri di Namirah dekat bukit Arafah, Rasulullah saw berkhutbah dengan nada suaranya yang tinggi sambil berkali-kali menunjuk ke langit.

Sabdanya:

“Wahai manusia, dengarkan nasihatku baik-baik, karena barangkali aku tidak dapat lagi bertemu muka dengan kamu semua di tempat ini!”

“Tahukah kamu semua, hari apakah ini?”
Dijawab sendiri oleh beliau. “Inilah hari Nahar, hari kurban yang suci.

Tahukah kamu bulan apakah ini? Inilah bulan suci.

Tahukah kamu tempat apakah ini? Inilah kota yang suci”.

“Maka dari itu aku permaklumkan kepada kamu semua bahwa darah dan nyawamu, harta bendamu dan kehormatan yang satu terhadap yang lainnya haram atas kamu sampai kamu bertemu dengan Tuhanmu kelak. Semua harus kamu sucikan sebagaimana sucinya hari ini, sebagaimana sucinya bulan ini, dan sebagaimana sucinya kota ini.

Hendaklah berita ini disampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir di tempat ini oleh kamu sekalian! Bukankah aku telah menyampaikan?! O, Tuhan saksikanlah!” Continue reading

Beberapa pelanggaran syariat dalam urusan keuangan

Ada semacam “kepercayaan” yang tertanam cukup kuat di kalangan sebagian masyarakat Islam, bahwa bermu’amalah sesama muslim pasti hasilnya nggak bakalan bener.

Misalnya dalam urusan hutang piutang yang nggak pernah lunas bertahun-tahun, atau dalam kerjasama modal, etos kerja yang sangat jelek, dan atau kurang bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Lalu karena sama-sama muslim, kita pun bersikap toleran terhadap dosa/kesalahan tsb, membiarkannya, mendiamkannya, lalu biarlah sudah ia “jadi pengalaman jelek”. Continue reading

Ketika memulai sebuah usaha

oleh: Nilna Iqbal

Saat seseorang akan memulai usaha, akan banyak kejutan yang terjadi. Bahkan sejak hari-hari pertama.

Segala sesuatunya sudah disiapkan dengan matang. Pokoknya ketika hari pertama “pintu usaha” dibuka, yang terbayang pasti bakal rame nih. Uang datang mengalir begitu banyak. Orang-orang berjubel di depan toko kita. Telpon berdering terus-menerus. Lalu kita bakalan sibuk berat.Tetapi apa yang terjadi? Semua bayangan itu cuma mimpi di siang bolong. Seharian itu tak ada yang datang. Telpon tak juga berdering. Wah, mulai lemas deh!

Hari kedua kita lalui. Masih sama. Hari berikutnya ada mungkin satu. Tapi tetap sepi. Hati-hati. Biasanya semangat kita mulai melorot. Bayang-bayang kegagalan mulai menguat. Energi kita untuk bergerak mulai goyah. Rasa takut gagal mulai tumbuh. Nah, dalam situasi seperti itu, apa yang akan anda lakukan?

Dalam pengamatan saya pribadi, ternyata cukup banyak orang, terutama yang baru-baru mulai berwiraswasta, mengambil kesimpulan bahwa usahanya telah gagal. Lalu segera saja membuat keputusan: bubar!

Apakah benar ia gagal? Apa sih sebenarnya gagal? Menurut saya, ia belum gagal. Yang ia lakukan hanyalah berhenti terlalu dini! Terlalu cepat membuat kesimpulan dengan hanya mengandalkan data yang belum memadai.

Sebetulnya tidak ada orang yang betul-betul gagal, yang ada hanyalah orang yang terlalu cepat berhenti, sebelum sampai ke puncak harapan sukses yang ia cita-citakan. Sebagian besar kisah kegagalan adalah kisah orang-orang yang menyerah sebelum waktunya.

MAU MODUL GRATIS
INTERNET MARKETING?

Karya Anne Ahira

Nama:
Email:




Free Web Hosting
Artikel-artikel disini boleh dikutip asalkan menuliskan link URL nya secara lengkap. Terima kasih
I heart FeedBurner

Subscribe in Bloglines


Add to Technorati Favorites
Klik disini untuk bergabung dengan Sekolah Menulis
Join My Community at MyBloglog!

ACF loading animated gif