• Dalam Era Kolaborasi Ini, Anda Ada Dimana?

    Desember 2006 lalu, Dan Tapscott dan Anthony D. Williams meluncurkan sebuah buku yang menghebohkan dunia. Ia jadi pembicaraan di ratusan seminar dan diulas berbagai media massa dunia. Buku itu berjudul Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything. Dalam buku itu, Tapscott menyadarkan dunia bahwa di masa depan, peran institusi bisnis maupun sosial akan semakin berkurang dan mendapat tantangan besar dari para individu yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Tapscott memberi contoh, bagaimana sebuah institusi bisnis bisa diselamatkan oleh sejumlah individu. Email this page

  • Hubungan-Hubungan Kita Pun Semakin Singkat

    Dulu, ikatan kekerabatan berlangsung sangat mesra. Usia persaudaraan pun bersemi sampai tua. Tiap hari mereka senantiasa kumpul bersama. Hidup damai, penuh ketentraman, tak tergesa-gesa. Tapi semenjak masuk era modernisasi berubahlah suasana. Hampir semua jenis pola hubungan manusia tercabik-cabik mewujud jadi aneka romantika baru. Terjadi apa yang sesungguhnya sama-sama kita saksikan, kini. Revolusi perubahan makin merenggangkan kasih mesra manusia dengan segala lingkungannya. Email this page

  • Naiklah Ke Posisi Uploader

    oleh Nilnaiqbal Saya mengenal internet sejak 1998. Selama 10 tahun saya online, harus saya akui terus terang, saya masih lebih banyak berperan sebagai downloader (tukang download), belum naik ke posisi uploader (tukang upload). Dengan kata lain baru jadi konsumen, belum juga jadi produsen. Untunglah sejak setahun lalu, saya tercerahkan, mulailah saya mengambil peran sebagai prosumen (produsen sekaligus konsumen). Dulu, ketika sumber pengetahuan dan informasi baru sebatas buku, koran, radio dan televisi, kita hanya jadi pembaca, pendengar dan penonton belaka. Indera kita disuguhi berbagai macam berita yang dikelola oleh “orang lain” (redaksi media). Kalaupun kita bisa ikut berkiprah, umumnya hanya sebagai penulis atau reporter. Namun kita tak berkuasa menentukan “content” yang…

  • Kiat Menulis Untuk Media Massa

    oleh: Nilna Iqbal Sebuah tulisan untuk media-massa sebenarnya tidak selalu harus benar-benar “tulisan pribadi” atau yang sering kita bayangkan sebagai karya asli/original, meluncur dari kata-kata sendiri, buah pikiran asli, murni. Ada memang jenis naskah yang lebih enak ditulis dengan cara “mengarang“, yaitu yang keluar dari hati nurani atau pikiran sendiri. Misalnya saat menulis surat pribadi atau surat pembaca, menulis cerita, menulis essay/opini, menulis hasil pengamatan, pengalaman atau observasi. Akan tetapi untuk tulisan jurnalistik, cara “ngarang” ini biasanya belum pas sebagai naskah jadi. Kekuatan naskah karya jurnalistik sebenarnya terletak pada “isi atau materi” alias substansi. Dan hal ini tidak mungkin dihasilkan hanya mengandalkan pikiran sendiri apalagi melulu suara hati penuh emosi. Pembaca berita tidak…

  • Bismillah, izinkan aku ya Allah

    Siang ini, 22 Juli 2007, saya mulai blog ini dengan secarik harapan agar ia mampu memberi arti dalam kehidupan. Blog ini saya namakan sebagai pustaka, karena saya ingin menjadikan blog ini sebagai salah satu media perpustakaan mini dan sekaligus jadi media bacaan bagi siapa saja. Sebab itu, akan saya usahakan, menuliskannya tidak hanya bersumber dari ingatan dan perasaan saya semata, melainkan juga saya ramu dari berbagai media referensi yang sempat saya peroleh. Banyak hal yang ingin saya tuliskan sekarang ini, namun mungkin saya cicil aja ya. Satu yang pasti: saya hanya ingin berbagi 🙂 Mudah-mudahan niat ini dicatat Allah SWT sebagai kebajikan. Email this page