Panduan Bisnis Hosting
Powered by MaxBlogPress 

PUSTAKA NILNA 

Berkah Herbal Banner 9
Sedang dipanggil....
Artikel Pilihan:
BULLETIN PUSTAKA NILNA
Install "pikiran Anda" dengan input-input positif
Name
Email

Silakan Cari Artikel (tulis kata kunci):

Category 'kajian islam'

Allah Adalah Pusat Eksistensi

Allah adalah pusat eksistensi. Dia adalah titik fokus dari dunia yang fana ini. Sebaliknya, manusia adalah partikel yang bergerak dengan mengubah posisinya sebagai manusia seperti yang sekarang kepada posisi seperti yang seharusnya.

Tujuan hidup kita bukanlah untuk binasa tetapi untuk berkembang. Tujuan hidup ini bukan untuk Allah tetapi untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya. Allah tidak jauh dari kita; oleh karena itu marilah kita berusaha untuk menghampiri-Nya.

Jalan Allah adalah jalan ummat manusia. Dengan perkataan lain untuk dapat menghampiri Allah, terlebih dahulu kita harus menghampiri manusia. Untuk mencapai kesalehan kita harus benar-benar terlibat di dalam masalah-masalah yang dihadapi ummat manusia, kita tidak boleh bersikap sebagai seorang rahib yang memencilkan diri di dalam biara, kita harus terjun ke lapangan dan terlibat secara aktif.

Untuk bisa terjun ke tengah-tengah manusia, maka kita haruslah sudah mampu membebaskan diri dari diri kita sendiri.

Mereka yang telah terbebas dari dirinya sendiri, adalah orang-orang yang hidup dan ikut bergerak, dan mereka yang tidak terbebas dari diri mereka sendiri, adalah orang-orang yang mati dan tidak bergerak. Kita harus membuang sifat mementingkan diri sendiri.

Wahai hatiku! Walaupun dengan bekerja keras tidak dapat menghampiri-Nya, tetapi berusahalah engkau dengan sedaya upayamu.

Kita yang benar-benar yakin dan benar-benar bersandar kepada Allah, berusahalah dengan sedaya upaya di dalam cinta.

Incoming search terms for the article:

Seperti Apa Wajah Batin Kita Sebenarnya?

Seperti apa wajah asli diri kita sebenarnya? Ya, wajah batiniah kita. Wajah ukhrawi kita. Seperti apakah ia? Apakah masih berwajah manusia, ataukah sudah berbentuk serigala, babi, atau monyet? Memang, saat ini kita masih belum bisa melihatnya secara kasat mata. Mungkin nanti, saat kita menghembuskan nafas yang terakhir. Disitulah mata batin kita akan terbelalak memandang diri kita yang sebenarnya.

Allah berfirman, “Maka Kami singkapkan tirai yang menutup matamu dan tiba-tiba matamu hari ini menjadi amat tajam.” (QS. Qaf [55] :22)

Berikut ini ada sebuah hadits Rasulullah SAW yang dikutip dari kitab tafsir Majma Al-Bayan 10 : 43 yang mengisahkan bagaimana wujud manusia pada hari kiamat kelak.

Pada suatu hari Muadz bin Jabal duduk di dekat Nabi saw di rumah Ayub Al-Anshari. Muadz bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ayat: Pada hari ditiupkan sangkakala dan kalian datang dalam bergolong-golongan?” (QS An-Naba [78] : 18)

Beliau menjawab, “Hai Muadz, kamu telah bertanya tentang sesuatu yang berat.”

Beliau memandang jauh seraya berkata, “Umatku akan dibangkitkan menjadi sepuluh golongan. Tuhan memilah mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka. Sebagian berbentuk monyet, sebagian lagi berbentuk babi, sebagian lagi berjalan terbalik dengan kaki di atas dan muka di bawah lalu diseret-seret, Continue reading

Incoming search terms for the article:

Bank Wakaf dan Laboratorium Bisnis, Mungkinkah?

oleh  Nilnaiqbal

Menyedihkan! Calon-calon penganggur, calon-calon dhu’afa, dan orang-orang miskin terus meningkat dari tahun ke tahun seiring pertumbuhan manusia. Sungguh menyedihkan sekali, yang menghadapi problem sosial ini sebagian besar justru kita umat Islam. Boleh dibilang, ini problem umat Islam.  Akankah kita tega membiarkannya?

Hai orang berselimut, bangkitlah…

Kekayaan strategis kita yang sesungguhnya adalah umat. Manusia (umat Islam) adalah asset yang sangat mahal sebetulnya. Kita melihat betapa banyak negara yang miskin sumber daya alamnya, namun bisa menjadi negara yang tertinggi GNP-nya. Swiss dan Jepang misalnya. Bahkan Korea Selatan yang pada tahun 1965 lalu sama miskinnya dengan Indonesia kini telah jadi negara yang relatif sejahtera, karena mereka mendahulukan serta sangat mementingkan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, bila lebih jauh dikaji, salah satu kelemahan lain umat Islam adalah masih lemahnya struktur ekonomi mereka serta kemampuan yang juga belum terbina dengan baik. Organisasi-organisasi Islam pun masih rapuh fondasinya dalam menghadapi gejolak masa datang.

Masa depan yang penuh dengan berbagai perkembangan baru, sekaligus juga membonceng tantangan-tantangan baru, di samping tentu akan membawa serta problem-problem baru. Nilai-nilai senantiasa berubah. Pandangan hidup dan aneka informasi dunia melingkupi masyarakat. Tak dapat tidak tantangan ini tak boleh dihindari begitu saja. Ia akan datang, bergejolak dan pasti. Yang jelas, bagaimana kesiapan kita sebagai umat Islam untuk menghadapinya.

Yang kita lihat sampai kini, masih amat minim perhatian kita menggugah kesadaran pentingnya arti penguasaan ekonomi di kalangan umat Islam. Masih seberapa persen pengusaha muslim yang betul-betul berhasil secara nyata? Masih kurang! Masih terlalu banyak orang kita yang lebih suka berebut kursi ‘pegawai negeri’ sebagai tujuan akhir hidupnya. Mereka lebih suka memilih ‘jalan mudah lagi aman’. Padahal kita ingin mereka mampu mandiri dan menentukan diri mereka sendiri. Dengan demikian beban pemerintah ‘menyuapi’ rakyat banyak pun akan terkurangi. Continue reading

Incoming search terms for the article:

Download Ebook & Video Tutorial
Internet Marketing
Name
Email



Categories


artikel pustaka nilna, pustaka berbagai artikel, artikel bisnis, artikel pendidikan, artikel psikologi, artikel manajemen, artikel islam, artikel indonesia, artikel tentang,artikel pendidikan anak,ide usaha,bisnis hosting,artikel kajian islam