Earn $30 per referral with your own search engine
Powered by MaxBlogPress 

PUSTAKA NILNA 

Loading....
Artikel Pilihan:

Yuk! Langganan

Baca artikel-artikel terbaru kami langsung di email Anda.



Preview | by FeedBlitz


Nilna Iqbal ikutan: Internet Marketing Indonesia

Advertisement

Reviewmu.com
PJN July Promo

make money with your web site


GrowUrl.com - growing your website


Statistik

IM Online

Yahoo! : Unknown

Powered by IM Online

  • PARTNER LINKS

  • RICHMIND NEWSLETTER
    Install "pikiran Anda" dengan input-input positif
    Name:
    Email Address:

    Silakan Cari Artikel (tulis kata kunci):

    Category 'Iptek'

    Kekuatan Indera Manusia

    Berapa macam bau yang mampu anda kenal dengan alat penciuman anda? Jawabnya ialah: Jika anda tidak merokok, anda akan mampu membedakan sekitar dua ribu bau – bauan yang berbeda. Kemampuan itu hanyalah setengah dari kemampuan yang dapat dilakukan oleh orang biasa pada waktu seratus tahun yang lalu.

    Menurut Prof. Wilhem Neuhaus, manusia telah merusak ketajaman penciumannya, sehingga berada dibawah kemampuan hewan yang paling primitif sekalipun. Anjing pelacak polisi mampu mencium bau – bauan yang jaraknya jauh dan ketajamannya sejuta kali ketajaman manusia. Seorang yang pekerjaannya banyak berhubungan dengan bau–bauan akan dapat mengembangkan penciuman sedemikian rupa, sehingga sulit dipercaya. Misalnya seorang ahli kimia pembuat parfum, dapat membedakan dengan cepat lima ribu macam bau – bauan. Dan menurut para ahli, orang yang penciumannya paling peka didunia, dapat membedakan dua belas ribu bau – bauan. Mengapa kita tak dapat melakukannya?

    Potensi dari daya pencium kita adalah 120 kali lebih sensitive dari alat perasa kita. Ukuran hidung tak ada hubungannya sama sekali dengan kepekaan daya penciuman kita. Karena bagian yang menonjol dari hidung, seperti lubang hidung, samasekali tak mampu mencium apa – apa. Penciuman dilakukan oleh hidung bagian dalam yang terletak dibelakang mata,diatas dinding mulut. Continue reading

    Semakin Cerdas, Semakin Panas

    “Kalau Einstein lagi berpikir keras
    maka ia pun terserang demam…….!”

    Sensasi ini selalu ditiup- kobarkan oleh beberapa suratkabar, tatkala ahli fikir Fisika Matematika ini mulai ramai diperbincangkan orang. Namun bagi para fisiolog dan psikolog, hal itu tidak begitu mengejutkan.

    Banyak para pemikir yang tekun, cepat menjadi panas dalam pekerjaannya. Siswa-siswa yang cerdaspun, badannya lekas panas, ketika perhatian telah tertumpu sepenuhnya pada suatu persoalan baru yang menarik hatinya. Makin pintar, makin panas. Makin Bodoh, makin dingin………!

    Timbul pertanyaan, apa yang akan kita lakukan seandainya ternyata badan tak mau panas dengan sendirinya, sewaktu menghadapi suatu pekerjaan? Perlukah digosok-gosok terlebih dahulu seluruh permukaan badan supaya panas ? Ataukah pasrah begitu saja menerima kenyataan pahit bahwa memang kita ini bodoh seumur hidup dan dingin?

    Berbagai jawaban dilontarkan orang. Tapi jawaban-jawaban tersebut sarat dengan berbagai kekecualian. Continue reading

    Anda suka tantangan? Ikuti program "Tantangan 120 Hari Berpenghasilan $100 Per Hari."
    Selengkapnya klik disini ...

    GRATIS! 
    MODUL INTERNET 
    MARKETING BASIC
    DARI ANNE AHIRA

    Nama:
    Email:

    Add to Technorati Favorites


    Categories

    Belajar Web Bisnis


    GREAT SITE