• Fokus pada Hasil

    Saat itu, tanggal 4 Juli 1952. California Coast sedang diliputi kabut pagi. Dua puluh satu mil ke barat di pulau Catalina, seorang wanita berumur 34 tahun mengarungi Lautan Pasifik dan berenag menyeberangi California. Jika berhasil, ia akan menjadi wanita pertama yang berhasil melakukannya. Wanita tegar ini bernama Florence Chadwick. Sebetulnya, ia berhasil menjadi wanita pertama yang menyeberangi Selat Inggris pulang pergi dengan berenang. Hari itu airnya sangat dingin, berkabut sangat tebal sehingga membuatnya hampir tidak dapat melihat perahu-perahu yang mengiringinya. Sementara ia terus berenang, ribuan orang menyaksikannya melalui televisi. Beberapa kali ikan-ikan hiu mencoba mendekat, tetapi berhasil diusir dengan dayung. Ia terus saja berenang. Yang menjadi masalah terbesar baginya saat…

  • Refleksi akhir tahun 2008: Lakukan dengan cara yang berbeda

    “Untuk mendapatkan hasil yang jauh berbeda, jangan lakukan dengan cara yang sama ….” Setahun lalu, saya membuat beberapa keputusan besar yang harus saya lakukan pada tahun 2008. Pertama, saya ingin bebas dari pekerjaan “kantor” dan ingin lebih freedom mengelola usaha sendiri. Maka Januari 2008 lalu, walau harus kehilangan gaji yang cukup lumayan sebagai direksi sebuah perseroan, saya beranikan diri untuk mundur. Satu dua bulan memang langsung terasa dampaknya, saya jadi kesulitan likuiditas. Namun alhamdulillah, nggak terlalu lama, usaha saya berjalan lancar dan saya benar-benar bisa freedom. Kedua, saya ingin lebih banyak membantu keluarga dekat saya yang hidupnya kurang beruntung. Yang saya pahami dari beberapa pesan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw adalah “dahulukan keluarga terdekat“.…

  • Waspadai bisikan al-khannas

    Awalnya saya takut punya impian. Saya pikir, “Ah mana mungkin? Zaman serba susah sekarang ini mau punya impian apa lagi? Bisa hidup aja udah syukur! Udah lah ngga usah ngoyo!” Kok jadi takut dengan kata-kata seperti itu ya? Tapi saya pikir itu banyak terjadi. Saya sendiri pernah begitu. Suatu saat saya baca sebuah buku yang mengupas tentang Al-Khannas, yang sering membisiki manusia. Al-Qur’an juga menasehati kita untuk waspada dengan al-khannas ini (surat An-Nas). Saya lupa judul bukunya. Udah lama sih … Digambarkan di buku itu, betapa banyak sekali kehidupan kita ini dipengaruhi al-khannas, yang umumnya berciri “ajakan negatif dan menghalangi perbuatan positif”. Dalam shalat aja, kita sering dibuat ragu-ragu udah…

  • Buang Kata “Tetapi”

    Apakah anda sering mengalami hambatan dalam menemukan makna kehidupan? Anda tahu apa yang Anda inginkan, namun sayang ada pula rintangan yang menghambat. Berikut ini ada latihan menarik yang diajarkan Daniel H. Pink dalam bukunya A Whole New Mind. Katanya, coba tuliskan apa saja perubahan-perubahan penting yang ingin Anda buat, dan tuliskan pula penghalangnya. Misalnya: Saya ingin menghabiskan banyak waktu dengan keluarga saya, tetapi saya banyak bepergian dalam pekerjaan saya. Saya ingin lebih sering membaca, tetapi saya jarang punya waktu untuk bisa duduk dengan buku di tangan. Kata Daniel: gantilah kata “tetapi” tersebut dengan “dan”. contoh: Saya akan lebih menghabiskan waktu dengan keluarga saya, dan saya banyak bepergian dalam pekerjaan saya.…

  • Kurikulum untuk anak usia dini, perlukah?

    Anak-anak usia dini hidup dalam dunia bermain. Meskipun demikian,tak ada salahnya jika orang tua memiliki rancangan bahan atau materi untuk mengisi hari-hari mereka. Hal yang pasti, kurikulum untuk anak usia dini haruslah sangat fleksibel, sesuai dengan kemampuan dan minat anak. Kelas-kelas pra-sekolah seperti Play Group (PG) atau Taman Kanak-Kanak (TK) pasti memiliki kurikulum dan target-target, namun karena tuntutan aturan formal, mau tidak mau guru akan menilai perkembangan anak secara kasar, berdasarkan akumulasi kemampuan yang dikuasai anak selama kurun waktu tertentu. Jelas penilaian itu tidak valid, karena ketika guru memasuki kurikulum mewarnai misalnya, beberapa anak mungkin belum siap dengan fase itu. Mereka mungkin menolak untuk melakukannya atau hanya membubuhkan satu coretan…

  • Kalau bisa ngantor di rumah, ‘kan lebih enak

    Aih, lega rasanya sudah di rumah lagi. Seharian ini saya “terpaksa” berangkat ke Sumedang memenuhi tugas. Untunglah saya bisa pulang pergi dan pas “isya sudah di rumah lagi. Wuihh, anak-anak senang banget. Apalagi kalau bukan karena oleh-oleh. he he Rumah emang selalu jadi tempat yang paling saya sukai. Walau tidak mewah, tetap aja saya lebih nyaman berada di rumah. Hati saya memang selalu terpaut ke rumah. Karena itu saya terus ngutak atik gimana caranya agar semua aktivitas saya bisa diorganisir dari rumah. Baik urusan bisnis, maupun organisasi. Nah karena hampir setiap hari di rumah, awalnya banyak juga para tetangga pada heran. Habis, emang persis benar kayak pengangguran. Sehari-hari yang mereka lihat saya…

  • Apa Keputusan Paling Penting Dalam Hidup Anda?

    “Hal kecil yang membuat perbedaan besar sekali … itulah dia, keputusan!” Tiap hari saya belajar membuat keputusan. Saya semakin menyadari alangkah bahaya sekali jika hidup kita diserahkan begitu saja pada “belenggu rutinitas“. Kita membiarkan hidup kita mengalir begitu saja, lalu tanpa kita sadari, usia kita sudah bertambah tua. Anak semakin besar, kulit makin keriput, tenaga makin melemah, otak tambah pikun. Bisa jadi sebentar lagi, mati! Ketika saya menengok ke belakang, berhenti sejenak, merenung, bertafakkur, menghisab diri … alangkah malunya saya dengan “laporan-laporan” yang saya “baca“. Kinerja amal shaleh saya masih amat sangat sedikit. Pertumbuhan prestasi cenderung menurun. Pertambahan pengetahuan tidak begitu banyak. Ah, memalukan sekali! Buat saya laporan kehidupan itu…

  • Apa Visi dan Misi Hidup Anda?

    Apa visi misi Anda? Selama ini kita rajin sekali membuat visi dan misi perusahaan atau organisasi tempat kita beraktivitas. Setiap tahun visi misi itu kita evaluasi dan kita pertajam. Intinya kita begitu peduli dengan yang satu ini. Pertanyaannya, apakah kita sendiri sudah punya visi dan misi? Apakah kita sudah menjawab persoalan paling besar dan paling penting dalam hidup kita, yakni: Apa tujuan kita hidup di dunia ini? Apa missi kita sepanjang karir kehidupan kita di dunia ini? Apa jejak amal yang akan kita banggakan nanti sebagai prestasi hidup kita di hadapan Allah SWT kelak? Kenyataannya banyak sekali orang hidup dalam keadaan “pasrah” pada takdir. Mengalir begitu saja, terserah nanti akan…

  • Kinilah Saatnya Menulis Takdir Yang Kita Inginkan

    Tahun Baru! Inilah saatnya kita perlu merenungkan kembali takdir-takdir yang sudah kita lewati setahun kemaren. Lalu mari kita tuliskan di hari ini, apa yang ingin kita capai sepanjang tahun 2008 nanti. Banyak orang hari ini berpesta. Seluruh dunia merayakan datangnya tahun baru. Entah mengapa, walau setiap tahun perayaan menyongsong datangnya harapan baru itu terus dilakukan, tapi apakah nasib kita telah berubah? Apakah takdir kita terus bergerak menuju kebahagiaan dan impian yang kita idamkan? Berapa banyak orang yang pada hari seperti ini, menuliskan impiannya? Atau merevisi dan menuliskan tujuan hidupnya? Banyak diantara kita yang terikat dan terpasung oleh rutinitas, oleh kebiasaan. Sesuatu yang dikendalikan oleh bawah sadar kita. Bahkan ternyata hal…

  • Harusnya Gimana Mendidik Anak-Laki?

    Di sebuah radio swasta di Bandung sering diperdengarkan kisah seorang doktor di bidang fisika yang sikapnya begitu bersahaja. Beliau tak hanya cerdas di bidang fisika namun juga sangat peduli dengan pekerjaan rumahan yang biasa dilakukan istrinya. Beliau bahkan pernah terlambat menghadiri sebuah rapat hanya karena ingin membantu istrinya mencuci baju. Tulisan ini mungkin sekedar refleksi dari saya pribadi terhadap pengalaman berinteraksi dan melihat fakta, bahwa kebanyakan laki-laki dewasa ternyata kurang peduli dengan masalah-masalah domestik (rumah). Pekerjaan itu sepertinya dilimpahkan secara konvensional kepada kaum hawa, padahal saya sendiri merasa bahwa hal itu tidak proporsional dan sesungguhnya kurang baik untuk sebuah sinergi antar jender, terutama bagi pasangan yang sudah menikah. Bukankah ketika…