Efek-efek dosa: Mengapa saya tak mampu melihatnya?
oleh: Nilnaiqbal
Seandainya saya bisa melihat langsung efek dari sebuah perbuatan dosa, tentu saya akan berusaha menghindarinya.
Seperti layaknya kita menghindari panasnya api, sebab kita tahu persis apa akibat yang bakal ditimbulkannya.
Saya tertarik dengan salah satu contoh dalam ayat 12 surat al-Hujurat, mengenai larangan Al-Qur’an untuk tidak melakukan ghibah, bergujing dan mencari-cari kesalahan orang lain. Pada bagian sambungan ayat itu dikatakan, “Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (Q.S. al-Hujurat : 12)
Mengapa saya tidak bisa melihat efek dosa seperti yang dimaksud ayat itu? Mengapa ketika menggunjing orang lain, mata batin saya tak mampu melihat atau merasakan sedang memakan daging saudara saya yang telah mati?
Sejak lama saya juga tertarik dengan statement Al-Qur’an yang berbunyi, “Lau ta’lamuna ilmal yaqîn“, yang artinya kurang lebih niscaya kamu akan mampu menyaksikan neraka dan penduduknya itu dengan penglihatan batin. Baca selengkapnya…


















Komentar Terbaru